iNi unTukmu Ibu


saat hati gundah
semua terasa sangat berat
resah, gelisah diantara bangunan2 harapan yg hampir runtuh goyah diterpa angin yang berwujud keterbatasan
mega2 yg semakin hari semakin kelam

aku lelah dan kedinginan
duduk besimpuh di bawah payung2 doa

gemetar dan pucat menghiasi bibir penuh dosa
hanya keyakinan yg mampu menahan sgala keluhan

saat kilatan cahaya muncul dg tiba2
seketika lorong2 itu terlihat jelas
menghadirkan setitik rasa percaya diri
dan...sedikt kebahagiaan


senang datang menarik tanganku
menengadahkanku dan menyadarkanku
ini untukku, tapi bukan milikku

aku bersujud padaMu Tuhan...

jujur...
bila aku harus membagikan rasa ini
akan aku bagikan ini untuk Ibuku
jika aku harus menangis karn rasa ini
aku akan menangis di pangkuan Ibuku

jika aku harus berteriak dg kebahagiaanku
aku akan berteriak>>>
terimakasih Ibu...Tuhan mendengar doa di sujud malammu yg mengalir bersama air matamu.
terimakasih ibu...suaramu menentramkan hatiku
terimakasih ibu...belaianmu menguatkan langkahku
terimakasih ibu...nasehatmu meyakinkan aku mencapai cita dan cinta
terimakasih ibu...yg mengerti keterbatasanku

terimakasih ibu...tlah mengajariku bahwa kepercayaan itu bukan dibuat tapi dilahirkan

Kairo, 12 agustus 2009 (Islamic Mission City)
Lanjut...???

nighTmaRe


lelah ku mengelilingi dunia, sekiranya masih ada tempat untuk ku sambangi tetap saja tak ku temukan indah mu

kulihat seakan kau berdiri di sana

tapi ku tak mampu menyentuhmu


mencoba mengatakan sesuatu padamu

tapi ntah kata2 itu tak pernah ada di bibirku


ku mulai merasakan ada sesuatu yg aneh

tatapanmu tajam, seakan kau melihat sesuatu yg menakutkan


diam dan tak peduli....

and i find my self powerless with everything that exist...i'am numb


will i ever break free....setan dalam tidurku
Lanjut...???

buKan FikSi 2


seorang pria keluar dari BMW M3, dg PD ia mendatangi rumah seorang gadis, gadis cantik yg selama ini ia anggap paling pantas duduk dg-nya di atas empat roda yg mentereng itu...sayang gadis ini menolak, katnya: "aku tak butuh uang dan mobilmu" (ia adalah anak seorang pengusaha sukses, bisa dibilang terkaya di kotanya, pikirannya terlalu naif ia kira uang dapat membeli segalanya)

datang seorang cowok parlente casual tapi terlihat jelas klo ia rajin ke salon, parfumnya bukan kelas menengah ke bawah tentu dg keyakinan tinggi ia bermaksud melamar gadis manis yg sekian lama ia idam2kan...lagi2 si gadis berkata: "aku tak butuh parfummu yg mahal dan kebiasaanmu yg aneh" (ia adalah teman sekolahnya, sudah bolak-balik ia ditolak tapi belom menyerah. sayang dia punya anggapan smua cewek suka dg kemapanan)


lalu dg langkah mantab seorang lelaki biasa tapi ia terkenal di kalangan kampus, mencoba mempersunting gadis baik hati yg pernah ia kenal...hmmm si gadis sempat meminta waktu untuk berfikir, akhirnya jelas sudah jawabannya "maaf mas aku tak butuh ijazah dan teori2 mu" (yg ini adalh seorang akademisi, seniornya di kampus pernah bertemu beberapa kali di forum seminar dan semacamnya, setelah berhasil meraih gelar S2-nya dg nilai cumlaude ia yakin gadis ini kan bertekuk lutut)


lalu lelaki seperti apa yg diinginkan gadis ini?

gadis ini cantik, manis,pintar, baik hati,banyak teman,aktif,bergairah,dari kalangan terhormat, tidak kaya tapi juga tidak melarat, yang jelas alasan dia menolak lamaran 3 org lelaki ini krn ada satu syarat yg susah untuk diucapkan. keluarganya mulai khawatir seiring umurnya yg sudah menginjak 24 th. "sudah lah kamu jgn menunggu sesuatu yg ga jelas" begitu saran kelurganya, sedikit bernada panik krna bagi mereka perawan 24 th sudah "tidak muda lagi".

si gadis pun resah, coba dengar isi hatinya: "papa mama maafkan nanda yg membuat seluruh keluarga resah, entah siapa yg aku tunggu yg jelas aku ingin suamiku nanti adalah seorang yg memperjuangkan sesuatu yg selama ini ku genggam erat. sesuatu itu tentang banyak hal yg tak tergantikan dg harta, kemapanan, angka2 dan teory. selain menjadi pendamping setiaku dia adalah org yg care pada semua, dan yg penting dia yg mengabdikan hidupnya untuk Islam dan Dakwah yg suci ini. maafkan aku ma...pa..."
Lanjut...???

kiSah klaSik


ah...tiba2 saja rasa itu kembali muncul
mungkin lebih tepat itu rasa yang tertinggal

ya...benar2 tertinggal..hanya tinggal kenangan


saat dari balik jendela itu aku mencuri pandang
menikmati indahmu, tawamu dan ceriamu
aku bersumpah suatu hari kau kan jadi milikku

saat kau nyatakan "aku suka padamu"
lalu kau memperbaiki letak leher kemeja putihku

persis seperti puisi Nicolas Saputra dlm film Gie

beberapa tahun setelah hari terindah itu

aku yg diam mematung tak percaya
kata itu, senyum itu seperti memasung jantungku
hingga kini pandangan itu begitu lekat tak pernah pudar


saat kau pergi betapa aku tak berdaya
mencoba bertahan dan menunggumu kembali

sayang...di saat kau datang lagi..

aku sadar kita tak sejalan


berat...tapi perlahan aku melangkah mundur pergi dan menjauh

meski telinga ini begitu jelas mendengar isak tangis dan tetesan air matamu
namun itu tak mampu menarikku kembali
maafkan aku...!

tapi...aku tak bisa berbohong

hingga kini kau tak pernah hilang dari ingatanku

meski ku tak mampu lagi menghadirkan wajah manismu
di angan...


sepertinya takdir memang tak mengizinkan kita bersama

segala hal tentangmu tlah lenyap ntah kemana

bukan...bukan sengaja aku membuangnya

smua terjadi tanpa ku sadari dan...hilang

mungkin kini kau milik orang

aku rela...smoga kau bahagia

terimakasih tlah mengajariku arti cinta

terimakasih tlah menjadi cinta pertamaku

terimakasih....
Lanjut...???

Jika aKal KiTa seHat..!

kalau kita punya akal sehat maka buktikan "Syari'at Islam" itu tak ada bandingannya

kalau kita berakal sehat...maka sejak ber "Asy-hadu Allaaaaa Ilaaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah" im proud to be a moslem...


kalau kita berakal sehat..kenapa kita harus malu2 dengan kebenaran??

sedang para pendusta itu berteriak2 mencari pembenaran...

kalau kita berakal sehat kenapa harus mengganti "ALLAH" dg "TUHAN"?


memang otak kita terlalu kecil untuk menerima sesuatu yg besar dari yang maha besar
"ALLAHU AKBAR"


gud lak 4 oll....

salam Lanjut...???