Aku dan kamu


U/ sahabat2 tercinta

Sebenarnya aku ingin bercerita panjang lebar tentang perjalananku menyusuri setiap ruas jalan kota kairo, tetapi aku takut nantinya akan menjadi sebuah cerita yang sangat panjang dan membosankan hingga tak satupun dari teman2 yang sudi membacanya ^_^. Begitu juga ketika aku ingin menuliskannya sebagai sebuah pesan singkat, maka aku juga takut akan berkesan menggurui karena aku bukan siapa-siapa.
Ok lah mungkin begini saja........


Pada setiap langkah yang kutapakkan
pada setiap tanah yang kujejakkan
pada setiap sudut yang kulalui
pada setiap hari dimana aku hidup
dan di sepanjang trotoar jalan-jalan kairo
aku tidak bertemu dengan siapapun
kecuali orang-orang yang luar biasa.

Ya....diantara kebisingan dan sesaknya kota kairo, sebuah komunitas kecil telah mengajarkanku arti hidup dalam dekapan ukhuwah, tidak hanya bersama-sama dalam makna fisik tapi kita telah membangun kebersamaan yang lebih dalam “satu hati”. Sebuah atmosfer persahabatan dan kekeluargaan yang samasekali tidak bisa diukur dengan materi, dimana tercipta sebuah dunia yang mungkin dunia itu tidak akan pernah ada jika kalian tidak muncul.

Ketika berkumpul bersama kalian, di situ aku selalu bersyukur telah dianugerahi teman-teman yang menghadirkan senyuman, sharing ide, diskusi kecil-kecilan dan mengingatkanku akan arti hidup yang sebenarnya. Alhamdulillah........

aku jadi teringat perkataan sahabat Mu’adz bin Jabal Ra. Yang kemudian menjadi semboyan pada setiap generasi muslim “ijlis binaa nu’min saa’ah”.....di sini aku mendapatkannya, setidaknya kita berkumpul bukan untuk bermaksiat kepada Allah swt.

Mungkin cerita kebersamaan bersama kalian ini akan segera berakhir, tapi ini secara fisik....cerita kebersamaan itu telah terukir indah di hatiku dan akan berlanjut untuk selamanya karena kita hanya dipisahkan oleh ruang dan waktu, hati kita tetap satu. Aku pergi bukan untuk melupakan cerita lama, tetapi untuk melukis cerita baru. Tak perlulah aku menceritakan segala hal yang pernah kita jalani, karena itu hanya akan membuatku semakin berat meninggalkan kalian.

Kesan:

Sungguh aku tidak menyesal bertemu dengan sahabat-sahabat yang luar biasa...

Pesan:

Sebaik apapun, kita tetaplah manusia...tetaplah menginjak tanah, sebagaimana tawadlu’nya ulama-ulama besar jaman dahulu, lihatlah bagaimana “sekelas” imam Syafii Rahhimahullah berkata “aku sangat mencintai orang-orang sholeh, meskipun aku bukan termasuk golongan mereka”

Tetaplah saling menasehati dalam hal kebaikan, karena hidup seorang muslim tidak akan pernah lepas dari 2 hal, bujukan Keimanan dan bujukan Setan. Hal pertama menuntun kepada kebaikan sedang hal kedua menjerumuskan kita kepada keburukan (la’ibun wa lahwun). dan oleh karena hati kita terlalu cepat terbolak-balik bahkan lebih cepat daripada air yang sedang mendidih.

Untuk adek-adekku yang aku sayangi...kakak-kakak itu bukanlah orang yg sempurna, maka ambillah yang baik-baik saja.


Dalam urusan cinta, izinkan aku mengutip pesan indah dari pak Mario teguh:

“Untuk jatuh ke dalam cinta itu mudah sekali.

Tapi tidak mudah untuk berenang berirama dengan anggun, dan tidak tenggelam dan tercekik di dalamnya.

Mungkin itu sebabnya, tidak lama setelah jatuh ke dalam cinta, banyak orang yang jatuh ke luar cinta.

Dan mungkin, lagi ...

Perasaan pedih di hatimu itu bukan cinta, tapi gamangnya orang yang sedang jatuh ke luar dari cinta.

Bukankah perhatianmu sekarang lebih kepada kepedihan dan penyelamatan hatimu?
Itu namanya bukan cinta, tapi asap pemedih mata dari cinta yang sedang padam.

Itu adalah cara Tuhan menyiapkan tempat yang lebih baik di hatimu bagi cinta yang baru.
Bersiap-siaplah. Cantikkanlah dirimu. Cintamu yang baru sedang dalam perjalanan menemuimu”.


Terakhir, Izzah seorang muslim itu di hadapan Allah bukan di mata manusia....maka jagalah kemuliaan itu dengan menjadikan diri kita bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain, serta jangan pernah malu menampakkan identitas sebagai seorang muslim (termasuk jangan pernah mengganti nama Allah swt. dengan Tuhan). Ini adalah salah satu alasan kenapa kita berada di bumi para nabi.

Sebenarnya masih banyak yang ingin aku sampaikan, tapi cukuplah sampai di sini, suatu hari akan kalian temukan sendiri lebih banyak pesan dari Allah swt. Yang ditittipkanNya lewat tanah yang kau injak, udara yang kau hirup, ayat-ayat yang kau baca dan orang-orang yang kau cinta.

Terimakasih telah menjadi bagian penting di hidupku, Mohon maaf jika ada salah selama berinteraksi baik perbuatan dan perkataan, termasuk ketika aku menuliskan ini jika terkesan menggurui dan tidak sesuai dengan kepribadianku, maka ambillah semua atau tinggalkan semua. semoga Allah selalu meridhai ukhwah kita..amin.




Shioukahn 271111


Source gambar: Google
Lanjut...???

wHy I was bORn

terlahirku di pagi yg sunyi
membuka lembarlembar bersama hangat mentari
setapak menapak masa muda menuju keramaian
belaian sang bunda eratkan asa di genggaman

suka duka cinta benci tangis dan tawa
bersatu menggoreskan luka
menoreh tanya sepanjang usia
membekas perih di dinding hati

sulit memang menahan sakitnya kehilangan
lbh sulit lgi tersenyum di dalamnya
tpi aku ingin lagi dg caraku sendiri
krna ku tau pasti kan berakhir

THX for being my friend
never forget the way we were before
and now i'm ready for one more battle scar
coz this life's still worth fighting for.



shioukahn 10112011

pagi yg dingin (masih di kairo)
Lanjut...???

..::jaMAn yG aNeh::..

hemmm....jaman yg sangat aneh

tidak seperti cerita orang2 tua....dulu jangankan mencuri atau melakukan kejahatan yg lebih besar, "kencing" dipinggir jalan aja harus mikir seribu kali plus pasang muka tebal setebal tembok cina. tapi jaman sekarang malah kebalikannya, kita yg harus mananggung malu melihat orang "kencing" di pinggir jalan.


jaman yg aneh....


seseorang yg terang-terangan melanggar aturan yg bahkan telah lama menjadi "kesepakatan" bersama dan seseorang yg lain berusaha menegurnya, lalu apa yg terjadi?? org yg menegurnya malah kena semprot "siape lw?? jgan sok suci deh...!!"....

"laaaaaahh kok malah gw yg salah??"



hah...jaman yg aneh

seorang lelaki pemalu (dg alasan malu) memilih menjauh dri kerumunan teman2 sejenisnya...tapi dia mojok berdua dg lawan jenisnya...hahhaha ini nih malu yg disalahgunakan.!!

jaman emang sudah aneh ya.!

banyak orang yang sekujur tubuhnya merasa gatal dan bentol2 (bukan cuma jenggotnya yg kebakar) ketika mendengar seseorang yang sebenarnya sama (sama2 manusia) berteriak "bubarkan KPK"....hahaha mungkin dia penikmat "entertainment" yg setiap hari sepanjang tahun menyiarkan kasus2 korupsi yg tak pernah ad ujungnya sambil bersorak riang "horeee hari ini seorang koruptor tertangkap lagi"....

pun juga ketika hukum buatan tangannya dikritisi, pembelaan habis2an akan dilakukan padahal yg dipertahankan hanya gengsi.... akan tetapi ketika "NABI"-nya dicacimaki mereka memilih tidur dan ngorok dg sepenuh hati.


dan masih banyak lagi....masih banyak lagi

yayayaya....jaman memang aneh

mungkin penyebab semua itu karena Agama ditinggalkan hanya di masjid2 dan hanya menjadi bahan pokok "pertengkaran" yg tidak akan pernah berhenti meskipun "penonton"nya sudah capek bertepuk tangan dan mulai berteriak "BORING".



akhirnya...nasehat dianggap racun yg siap dimuntahkan di wajah org yg menasehati dan egoisme menjadi hak asasi manusia yg paling banyak dituntut karena dianggap mampu melegalkan ide2 dan kepentingan gila.

emosional dikedepankan daripada rasio dan menjadikannya sebagai landasan utama dalam melihat, menilai, melegitimasi dan mengeksekusi suatu permasalahan.


edan?? klo edan sudah pasti dan bukan sebuah keanehan....sekali lagi ini "ANEH"



shioukahn (renungan setelah maghrib)

04-11-11
Lanjut...???

jaNGan meMIlihku (bukan lagunya syahrini)

berselancar ku di dunia maya
tertegun ku pada satu cerita
kisah sepasang keluarga muda
terharu ku mendengar kalimat mereka

istri temanku berkata
kanda, aku bahagia hidup apa adanya
suaminya menjawab
dinda, aku akan berusaha agar semuanya ada

aku iri........

saat perselingkuhan dianggap lumrah
masih ada cinta dan kesetiaan
seperti cinta Khodijah kepada Muhammad
seperti kesetiaan ibunda kepada ayahanda

jika terasa berat
tolong...jangan memilihku


shioukahn
Lanjut...???

_hanya PerPiSahan_

dalam perjalanan pulang sehabis acara tasyakuran (takrim mutafawwiqin) keluarga kifayah semalam, aku merasa ada yang mengganjal di hati ini, seperti sebuah rasa yang sangat sulit diungkapkan dengan kata2 dan (seolah) membuat seisi dunia ini bungkam dalam kesunyian. kerlip lampu2 kota, deru mesin dan kebisingan cairo pun belum mampu menerjemahkan keganjalan perasaanku...kenapa?



playlist di mp3 butut akhirnya sedikit menunjukkan kemana aku harus merenung..!! "without you" katanya. "tanpamu" begitu kira2 jika diterjemahkan kedalam bahasa yang "manusiawi" (hehehe)...apanya yg tanpa siapa?? simpelnya, kurang lebiih akan aku jawab begini : "aku tanpa kalian bukanlah siapa2".

hemm...aku tersenyum sembari berguman dalam hati "hidup ini tak pernah jauh dari pertemuan dan perpisahan", dari sini aku sadar alasan terkuat kenapa sebagian besar orang merayakan atau setidaknya mengadakan acara perpisahan, karena (masih menurutku) terkadang dalam momen perpisahan tersebut seseorang bisa menyampaikan atau mengutarakan hal-hal yg tidak tersampaikan pada momen lain selain perpisahan. ketika bersama, kita hanya memikirkan hal2 yang membuat kita tertawa bersama-sama, dalam momen perpisahan mungkin juga kita berfikir demikian, tapi tidak dengan hati kita yang sebenarnya sudah tidak ada lagi cela bahkan untuk sedikit senyum.

sambil melirik wajahku sendiri yang terbias dari kaca jendela bis kota, aku tersenyum lagi...kini aku mengerti mengapa orang selalu tertawa saat bersama dan menangis saat akan berpisah. kebersamaan selalu menghadirkan tawa dan kebahagiaan baik dalam suka dan duka, sedang perpisahan hanya menyisakan kenangan akan kebersamaan yang sebentar lagi berlalu.

kita masih beruntung kawan, masih bisa berjabat dan berpeluk saat akan berpisah, sebagian perpisahan bahkan hadir tanpa pamit...ya bagaimanapun caranya, kita memang harus berpisah kawan...karena kita harus belajar untuk tumbuh.

dan satu lagi...meskipun airmata mengalir, bibir gemetar, nafas tersendak, dan suara bergetar kita harus tegar mengatakan: "ini hanya sebuah perpisahan".



shioukahn


Lanjut...???

aKu dan saHAbat

seorang sahabat datang menemuiku
setelah sekian lama terpisah jauh
sapa dan peluknya masih sehangat dulu

oleh-olehnya secawan senyum
segenggam tawa
dan sekantong penuh cerita

di sela senyum dan tawanya
ada tangis dan keperihan hidup menimpa
meninggalkan dan ditinggalkan orang terkasih

sama, aku juga begitu sobat
bukankah kau yg mengajariku
tidak menangisi perpisahan

tak mungkin rasanya menolak takdir Tuhan
dulu kita terpisah karna cita-cita
karna hal yg sama, kita berpisah lagi

saat Allah mengijinkan kita bersua walau sebentar
aku sadar, ini skenario yg indah.

selamat menjalankan kehidupan baru-mu my broo.!!



shioukahn 03.10.11
Lanjut...???

sMua KarNa Sepi

karna sepi aku duduk termenung
menikmati secawan rasa sunyi
kesendirian melantun asa

karna sepi aku mengapung
melambung harap dalam gelap
menitip doa pada angin

karna sepi aku sadar
gulita seadanya menjawab
getir terhapus cahaya

karna sepi aku ingat
berkali-kali aku sekarat
sahabat jua mendekap erat

THX yaa Robbi.....

karna sepi syukur tersemat
bait puja memuji Dzat
tenggelamku dalam taubat



23-05-2011
Lanjut...???

keADAan

: teman2 yg kan menempuh ujian (ma'annajah najah ma'an)


seikat cita kubawa ke sini

lembah yang mereka sebut hadiah sungai nil
terkoyak beling-beling tajam
berserakan di jalan padang gersang

pernah ku tutup mata, mulut dan telinga
memilih tetap berlari bertelanjang kaki
mngejar semu makna-makna kelabu
kata yang terucap adalah caci maki

aku bilang aku kuat
itu bohong.........!!

alasan-alasan hanya untuk menghibur
perih hati yang terlalu dalam

tak mengapa...

keadaan yang tlah ku ciptakan
biar ku tanggung sakitnya sendiri

tapi...

aku tak mau semakin membusuk
diantara tumpukan pasir
dan aliran sungai nil

ya...
gagal itu menyakitkan
setidaknya aku tau itu



18-05-2011
Lanjut...???

MII selalu DI hati...bag. 6


Ada yang menarik

Hari2 berlalu, MII camplong bagiku masih menyimpan rahasia yang berpotensi “meledakkan” kreatifitas santri2nya, dari cerita2 yg pernah diukir mereka (kakak2 kelas) cukup memotifasi kami santri baru (yg masih imut) waktu itu. Mungkin ini yang membuatku betah (bbrpa minggu) di sini, antara kakak kelas dan adik kelas seolah tak ada sekat padahal umur kita terpaut cukup jauh, mereka bisa memposisikan sebagai kawan yg sewaktu-waktu berbagi cerita dan tertawa bersama, pada lain kesempatan mereka juga menjadi “guru” yg baik bagi adik2 kelasnya.

Tapi bukan ini point yg akan aku tekankan pada bagian ini
, ya….satu hal yang menarik perhatianku adalah sebagian santri yg sering berkumpul (sebentar…aku minum dulu hemm) di satu tempat. Tempat itu disebut UKS (bukan Ukay’s grup band Malaysia itu), entahlah…aku melihat mereka sebagai kumpulan santri eksklusif, bagaimana tidak?? Mereka makan dan tidur di sana, jumlahnya pun tak banyak sekitar 4 atau 5 orang. Aku sedikit penasaran dengan mereka, apakah mereka santri2 yg mendapat perlakuan khusus sehingga boleh tidak tidur di kamarnya, makannya juga tak harus menunggu pembagian per-kamar (waktu itu klo makan bukan ngantri, tpi dibagi per-kamar)??

Aku hanya bisa mengintip lewat jendela UKS itu untuk bisa melihat mereka, sampai suatu saat, seseorang menyuruhku masuk…”masuk aja ga usah malu2” katanya. Dengan sedikit malu2 (udah dibilang jgn malu2) aku masuk ruangan itu, aromanya seperti rumah sakit, ternyata senyum orang2 di ruangan ini manis juga ya…haha!! (Semanis orang yg nulis cerita ini).

Seorang dari mereka memperkenalkan diri dan menjelaskan apa sebenarnya yg membuat mereka “betah” di ruangan ini. Ternyata mereka sedang merawat salah satu santri yg sakit, ooo…jdi ruangan ini (uks) punya piket jaga tersendiri, aku kira mereka santri yg mendapat perlakuan khusus. Singkat cerita, aku ditawari untuk bergabung dengan salah satu ekstrakurikuler di sini (MII), ya…ternyata MII punya Tim PMR juga, seperti yg pernah aku lihat di MTA dulu. Kata mereka Tim PMR MII pernah menyabet gelar juara umum di JUMBARA sampang, aku tahu piala2 itu dipajang untuk menarik minat santri. Eits…tunggu dulu, aku tidak lantas menerima tawaran tersebut, sebaiknya aku bertanya seperti apa metode latihan di PMR itu??? Maklum…aku sudah bosen plus trauma dengan PRAMUKA yg terlampau kasar itu, bagiku pramuka adalah tragedy…yaa meskipun waktu SD track recordku di bidang ini bisa dibilang lumayan, tapi kemudian pramuka menjadi hal yg sangat menakutkan, bukannya takut dengan tantangan sih, tpi aku muak dengan senior2 yg sok galak itu huh… (jdi emosi nih…sory2..!!). oh tidak…katanya menjelaskan kepadaku, PMR tidak seperti pramuka..! lanjut pria yg bernama lengkap Azhari Anwar itu.
Pelajaran keenam: “sebaiknya anda bertanya dulu sebelum menilai” tabayyun gitu lohh..!!
Akhirnya aku setuju bergabung dengan mereka…tpi sayang, aku satu2nya anak kelas satu yg ikut ekstrakurikuler ini…!!.

Lumayan banyak pengetahuan yg aku dapat dari kegiatan ekstra ini, terutama seputar remaja dan permasalahannya, kesehatan reproduksi remaja, penyakit2 sipilis dan HIV, pengetahuan dasar P3K dll. Hemm…bagi bocah seumuranku waktu itu, hal semacam ini lumayan membosankan bukan hanya karena anggotanya yg mayoritas umurnya lebih tua (jauh) dariku, tpi aku juga harus mengorbankan Jum’at sore-ku (penghujung holiday), melewatkan momen bersenang-senang dan jalan2 sore brsama sahabat2ku…ah…waktu itu aku belum bisa mengatakan “mengisi waktu dg kegiatan yg bermanfaat”.

Sampai pada saat di mana aku bisa berbgi cerita dengan sahabat2ku tentang dahsyatnya beberapa kegiatan (berbagi pengalaman) yg sudah aku jalani bersama kakak2 di PMR. Mulai dari kunjungan2 ke beberapa universitas di Malang, latihan menyelamatkan org tenggelam di muara Sampang yg akhirnya menjadi satu hal yg sangat mengerikan dlm hidupku, karena perjalanan pulang dengan perahu disertai hujan dan angin kencang cukup membuat seisi perahu itu menangis (malahan ada yg ngompol haha), dan menjaga pos-pos P3K pada lomba gerak jalan 17 agustusan.

Kisah2 itulah yg kemudian menjadi daya tarik bagi sebagian teman2 sekelasku, di mana pada tahun selanjutnya kami bisa bersama-sama bermain dan berlatih di dalam satu tim yang pada saatnya nanti kami akan mengukir kisah2 yg lebih dahsyat dan tak terlupakan dibandingkan dg kisah yg aku ceritakan kepada mereka.
Bersambung…
Lanjut...???

MII selalu DI hati...(Extended)


beberapa jam bersama MII (curhat)

kamis 17 februari 2011, Alhamdulillah saya bisa mengunjungi ma'had tercinta, seandainya klo ada yang mengambil gambarku waktu itu, wajahku mungkin terlihat seperti ini ^_^.

saya sangat merindukan ma'had ini..
alhmdllah langsung bisa ketemu wajah2 tulus penuh keikhlasan...pak Syaf, pak Adam, ust. Ma"ruf, Ust. Azhari, Ust. Musleh, Ust. Vasto dan beberapa Asatid muda, menyambutku dg senyuman...suasana semakin menjadi cair (kringetan) dan hangat (emang udaranya panas heheh) dg kue dadar gulung dan secangkir teh manis yg mulai kehilangan kehangatannya....ehemm.

sbagian besar obrolan
yg terjadi hanya seputar kabar2 alumni yg di mesir dan cerita revolusi...kcuali ketika saya bertemu ust.Khairul Anam. beliau tanya: menurut antum apa yg berubah di sini..?? saya bingung mau jawab apa, krn saya baru dtg...ya selain cat-nya yg berubah, santrinya jg berubah smua (ya iyalah masa sama kayak dulu..kan dah pada lulus), ad tambahan2 juga...tpi secra sepintas saya hnya menyoroti kebersihan, masa ad santri yg baru dri hammam langsung naik ke asrama dg sandalnya...!! (sandalnya ga dilepas) trus ad yg dri asrama langsung naik ke masjid ga pke sandal...hemm.!! sayangnya saya ga sempet jalan2 ke kamar2 (hehhe keliling kamar nostalgia mufattis)

sehabis ashar...(di-skip aj cerita2 yg tak perlu)
di teras masjid saya sempat ngobrol2 dg salah seorang alumni yg mengabdi di ma'had...katanya: kak gimana kesan antum dg kondisi santri yg spt ini..??
saya jelas bingung...kondisi yg kayak apa??
trus katanya lgi: saya yakin sdkit banyak antum n kawan2 di mesir jg denger masalah2 yg terjadi...

akhirnya saya hrus mengakui...ya malahan ad bbrapa tmn yg menangis mndengar berita itu..!!

ktika dy tanya lgi: klo menrut antum apa sebabnya??
tentu saya hrus realistis menjawab ini, saya harus menjawab sesuai dg yg saya liat sekrg...dg waktu yg hanya beberapa jam saja.

klo ad santri yg tidur di kamar saat KBM berlangsung...jaman dulu jg ad, klo ad santri yg mejeng ke barat waktu sore...dulu juga banyak, klo ad santri yg hobinya ngabisin duit main PS...saya jg sering main PS.

lalu apa yg berbeda??
bismillah smoga saya tdk salah: saya melihat air muka kejenuhan ktika saya coba perhatikan wajah2 santri di sini. sepertinya harus ad kesibukan lain selain KBM..tentunya dg kontrol yg baik agr tdk kebablasan....alasannya?? ya para santri akan merasa jenuh bosan dsb, jika setiap harinya mereka hanya masuk kelas, sholat jamaah, dengerin ceramah...truss jalan2 deh ke barat (heheh)...solusinya?? misalnya (krn ini saja yg saya punya): hrus ad kegiatan yg mampu menampung aspirasi dan darah muda mereka yg sedang membutuhkan "pengakuan" agar penyalurannya tdk salah. misalkan dulu (ini jaman saya di ma'had) kita berusaha menghidupkan kegiatan ekstra PMR ato teater semampu kami (maaf klo saya boleh jujur, 2 eks ini tak banyak menghabiskan dana)...di sini para santri tidak hanya bisa mnyalurkan bakat n aspirasinya..tpi jg beljr kreatif dan improv, punya cara sendiri untuk menerjemahkan kata "GAUL" tdk hanya mejeng dg gaya rambut model (korea-jepang)...tentu ini akan berdampak pada suasana pesantren yg lebih "HIDUP" dan tdk kesempatan untuk memikirkan (maaf) pacaran.

oooo...gitu ya kak?? (sambil angguk2 kepala) iya juga sih....!! katanya...
iya ini hanya pengalaman saya aj...hanya ini yg saya punya dg waktu yg cuma sebentar....mohon maaf jika ad kata2 yg tdk berkenan.
Lanjut...???

suatu pagi di musim semi (respon puisi "bunga" by. ikrom)


pagi ini...
langit begitu cerah menawan
burung-burung bernyanyi riang
menari bersama angin semilir
dinginnya masih terasa
tapi tak sedahsyat dulu

sang surya pun tersenyum
hangatnya menyapa riak alam

wahai kau yang menari pagi ini
wahai kau yang bernyanyi pagi ini
kubawakan kehangatan untukmu

wahai yang berlarut dalam kebekuan
tanggalkan hati sedu sedan
kubawakan seikat impian

apa kau tau??
pagi ini seorang pujangga berpuisi
memuji bunga yang sedang merekah
ia ingin keindahannya tetap asli
bukan polesan palsu untuk menggoda kumbang

wahai hati terbalut rindu
musim semi kan merangkulmu
menyusuri taman bunga
madunya manis, asli terjaga

okahn
dweah, di penghujung maret
Lanjut...???

TemBanG TeraKHir

inilah laguku
tembang terakhir untukmu
tak lagi memuji keanggunanmu
melantun harapan buatmu

maafkan aku
yang hanya mampu mendoakanmu
smoga kelak yang mencintaimu
menyanyikan lagu favoritmu
menemanimu menari bersama rintik hujan

seperti aku, dia juga memujimu
layaknya aku, dia membuatmu merasa
paling bahagia di dunia ini

dia yang mencintaimu
katakan kepadanya
demi dirimu, dia harus lakukan semua
apa yang pernah aku lakukan kepadamu

kcuali satu
aku telah menoreh luka di hatimu

10 april 2011
Lanjut...???

SeiKat SenYum di AtaS pUSARA


tigabelas februari duaribusebelas
tengadah penuh cemas
terangkat tangan berharap
doa membuncah meluap-luap
basah kening bibir memucat

segunduk tanah dan pasir putih
nisan tergores nama yang tercinta

aku tertunduk dan tersungkur
mengenang belaian suara lembut
tangan tulus penuh kasih
seperti tak percaya kau tlah tiada

katakan

katakan cinta
katakan rindu
lagi

ku tangkap seikat senyum
di atas pusaramu
BUNDA

07-05-11
Lanjut...???

sTory oF mE "Mesir & Al-Azhar"


buat kawan2 dan sahabat2 yang sedang menjalankan imtihan di Universitas Al-Azhar izinkan aku membagikan pengalaman yang tak lebih dari sekedar apa yg aku rasakan selama aku ada di sini...di mesir dan al-azhar yang renta.

dulu aku bahkan belum menyentuh selembar diktat (muqorror) pun saat ujian menjelang, sedangkan teman2 yang lain bukan hanya benar2 matang menguasai mata pelajaran, akan tetapi mereka juga siap menjawab rentetan soal yang akan diujikan di Al-azhar nanti. aku tidak menyalahkan kebiasaan buruk di pesantren yang hanya "belajar" ketika besok ujian, aku hanya tidak mengerti kenapa waktu itu aku rela untuk "gagal" dalam ujian pertamaku di al-azhar.

saat ujian term 2 (musim panas) masih juga begitu, besok ujian...tapi aku masih sempat ke warnet di sore hari, padahal tahun itu friendster aj masih kalangan tertentu apa lagi fesbuk...masih blm lahir kalee..!!

pengumuman hasil ujian sudah di tempel dipapan pengumuman kampus, semua orang membicarakan itu, semua orang saling bertanya-tanya bagaimana dg natijahmu??
aku tak perduli dg semua itu, aku bahkan hanya mengira-ngira berapa maddah yg aku bawa...6 ap 8 ya?? ternyta benar...aku membawa 8 maddah pas sesuai dg perkiraanku, satu hal "aku tidak melihat natijahku sendiri, seorang teman tlah melihatkan dan mencatatkannya untukku". yg jelas meskipun aku tidak sedih dg natijah itu, tapi aku juga tidak bahagia.

tahun kedua, aku berusaha untuk mengejar ketertinggalan...aku belajar dua kali lebih cepat dan dua kali lebih banyak daripada frekuensi belajarku di tahun sebelumnya..!! berusaha untuk tidak selembarpun dari diktat tertinggal dan tak terbaca, meskipun sebenarnya kadang2 aku tdk mengerti. lagi2 saat hasil ujian diumumkan, aku dinyatakan gagal...aku hanya mampu meloloskan 4 maddah sedangkan yg 4 lgi masih nyangkut. saat itu bukan hanya sesal, bahkan aku malu saat smua orang membicarakan natijah, ya....predikat istitsna'i (dua kali ga naik kelas berturut-turut) bagiku sangatlah memalukan, tapi aku harus rela menyebutkannya ketika ditanya, krn aku tidak mungkin menyembunyikannya, atau...aku kan menjadi pembohong seumur hidup...aku sadar tahun ini aku terlalu percaya diri (over convidence) dg usaha yg masih pas-pasan.

tahun ketiga, sebagian teman2ku sudah menjajal syu'bah di tingkat tiga, sebagian lain msih tingkat dua, tapi lumayan daripada aku yang masih tingkat 2 dan berada diujung tanduk. sial....4 maddah yg kubawa ternyata ketambahan 2 maddah baru, ekspektasiku kian surut dan kepercayaan diriku ambruk seketika, mungkin orang melihatku masih bisa tersenyum, tetapi sebenarnya hatiku menjerit....

kemudian aku dijemput untuk tinggal di sebuah asrama pelajar asing milik swasta, terus terang aku yang tak pernah berharap tinggal di asrama krna sudah 6 tahun di pesantren, terkejut dengan penawaran yg sekonyong-konyong langsung "menculikku" tanpa memastikan penawaran itu aku terima tao tidak. tapi inilah mungkin yg disebut rizki Allah itu tak terkira, alhamdulillah di asrama ini aku dipertemukan dengan orang2 yg rajin dan tekun, mereka berhasil menciptakan atmosfer dan sikon belajar yang menggugah hatiku...aku menemukan trik2 dan cara belajar yg efektif, aku juga menemukan cara untuk menaklukkan soal2 al-azhar yg selama ini susah untuk ku jinakkan. membaca, diskusi, merangkum dan menghafal adalah cara kami belajar di asrama ini. dengan metode ini aku lebih bisa memahami diktat dengan terperinci......

aku menatap ujian hanya dengan berbekal pemahaman diktat dan beberapa hafalan saja, tanpa sedikitpun rasa percaya diri yg aku genggam, terus terang aku sudah pasrah jika harus di D.O dan dilempar ke fakultas lain..!! ah sudahlah yang penting aku ikut ujian dulu, aku juga siap pindah ke daerah dan memulai hidup baru nanti..!!

waktu pengumuman datang...meskipun aku sudah pasrah tapi tetap saja jantungku berdetak sangat kencang, bahkan dalam perjalana ke kampus aku benar2 kikuk dan tak mampu berkata-kata, seorang temanku menertawaiku krn wajhku terlihat pucat...aku benar2 takut waktu itu, ketegaranku benar2 dipertaruhkan di sini, tanganku dingin, suaraku bergetar, langkah kakiku lemas...dan lainlain

alhamdulillah..........tahun ini aku naik, ya...gpp lah meskipun msih membawa 2 maddah......alhamdulillah, aku tidak jadi menjalani kehidupan baru di daerah...!! tapi perlu diketahui, aku blm menemukan rasa puas.

tahun keempat, aku menjalani hari2 di bawah tekanan musyrif di asrama..kadang jengkel, kadang juga aku merasa sangat butuh dengan perhatian berlebih seperti itu. apalgi saat ujian menjelang, aku sperti terkekang dengan suara2 paksaan bahkan terkesan meremahkan aku dan smua orang di asrama waktu itu...kadang juga aku merasa usaha kita bukan untuk kita sendiri, tetapi untuk membungkam mulut2 mereka.

ya...tapi dalam banyak hal, aku sangat menikmati suasana belajar di asrama ini, bimbingan intensif dan belajar bersama sangat efektif dan menghemat waktu.

kali ini perasaanku saat menjalani imtihan, tidak seperti waktu2 yg lalu, aku lebih santai dan enjoy dengan suasana ujian. seolah-olah aku sudah sangat menguasai diktat dan sangat hafal dengan alur soal2 dalam ujian...dan alhamdulillah tahun ini tidak ad lagi yg namanya rosib tercatat dalam diary kehidupanku, ya...aku naik ke tingkat 3, dan kebetulan nilai setiap maddahnya ditempel, dan aku sangat puas dengan nilai2ku...hemm kcuali satu maddah yg sangat jelek, ternyata setelah ku ingat2 di maddah ini aku apes...soal ada 5 tpi aku lihatnya 4. nomr 1 dan 2 kujawab dg mantab, lalu nomr 3 terlewatkan sedangkan soal nomer 4 dan 5 kujwab dengan "insyallh" benar tetapi...di kertas jawaban dua2nya tertukar menjadi jawaban nomer 3 dan 4...hah...tapi gpp lah aku cukup puas dengan ujian th ini..

tahun kelima. aku keluar dari asrama sesaat setelah aku memastikan diri menginjak tinggat 3 dan masuk dalam jurusan dakwah wa tsaqofah islamiyah...aku sangat berterima kasih pada pihak asrama yg selama ini membantuku meraih apa yang sempat ingin aku lepaskan, mereka menghadirkan harapan2 baru buatku, memberikan apa yg aku butuhkan, mempertemukanku dengan teman2 yang baik, para dermawan yg tak pernah mencatat kebaikan mereka..dan tentu saja aku mendapatkan sesuatu yg istimewa dari asrama ini, menghargai ujian dengan semangat..smoga Allah mengganti kebaikan kalian semua dengan yg lebih baik.


ujian tahun ini juga terasa berbeda...bukan suasananya yang berbeda, akan tetapi mata pelajarannya yg berbeda karena lebih fokus ke syu'ah yg aku pilih, kata orang maddah di syu'bah dakwah lebih mudah daripada di syu'bah lain. mungkin saja ada benarnya, akan tetapi ketika dilihat dari luarnya saja, ketika dibaca maka tidak ada bedanya dengan yang lain...ya kalo ga belajar sama aja ga bakaln bisa jawab soal2 ujian..!! bahkan maddah syu'bah dakwah lebih mencakup segala aspek dan bisa langsung diaplikasikan dalam kehidupan nyata dan bukan hanya teori. mulai dari wawasan2 klasik sampai wacana2 kontemporer ad di sini....

aku masih belajar dengan metode yg pernah aku pakai di asrama dulu, hanya saja untuk belajar kelompok aku tidak bisa, krn yang sejurusan tinggalnya agak jauh..!!! aku hnya mengupayakan informasi2 yg didapat tmn2 dari kuliah, soal2, catatan2 dan tentu saja yg paling ditunggu-tunggu adalah tahdidan..haha..dan tentu saja aku berusaha untuk memahami diktat secara menyeluruh.

pertengahan ujian term 2 aku mendapat kesempatan tinggal di asrama buus atau bahasa kerennya islamic mission city...sekamar dengan seorang teman yg sejurusan dgku jdi...alhmdulillah bisa berbagi pemahaman diktat. terus terang pada ujian tingkat 3 ini aku tidak terlalu yakin dengan hasilnya nanti, mungkin krn aku menjawab soal dengan bahasaku sendiri dari hasil pemahan, sama sekali tidak sama dengan bahasa buku/diktat.

dan pada saat pengumuman diturunkan, aku sedang "bertugas" sebagai juru masak di sebuah restoran, seorang teman menelponku katanya natijah sudah turun, dia rosib...lalu dia mananyakan nomerku dan dia menemukannya. hal pertama yg aku tanyakan ke dia adalah berapa maddahku yg tertinggal?? dengan deg-degan aku menunggu jawabannya..."mabruklah najah, sisa dua maddah"..alhmdlillah tak terasa mataku basah...aku langsung teringat ibundaku "ibu aku pulang tahun depan"...ya akhirnya aku menjejakkan kaki di tngkat 4 juga...artinya ekspektasiku untuk lulus langsung semakin tinggi, tak apa meskpun selalu naik dengan maddah yg tertinggal...kata mereka jika kita naik di al-azhar dengan masih meninggalkan maddah maka kita kan sulit keluar dari jeratan (manqul bi maddah au bi maddatain), bgtu juga klo mampu menalukkan Jayyid, maka selanjutnya akan mudah mendapatkannya lagi..!!

kebahagiaanku sungguh tak tertahan..akhirnya aku persembahkan smua ini untuk ibundaku yg selalu mendoakanku.

saat hati gundah
semua terasa sangat berat
resah, gelisah diantara bangunan2 harapan yg hampir runtuh
goyah diterpa angin yang berwujud keterbatasan
mega2 yg semakin hari semakin kelam

aku lelah dan kedinginan
duduk besimpuh di bawah payung2 doa
gemetar dan pucat menghiasi bibir penuh dosa
hanya keyakinan yg mampu menahan sgala keluhan

saat kilatan cahaya muncul dg tiba2
seketika lorong2 itu terlihat jelas
menghadirkan setitik rasa percaya diri
dan...sedikt kebahagiaan

senang datang menarik tanganku
menengadahkanku dan menyadarkanku
ini untukku, tapi bukan milikku
aku bersujud padaMu Tuhan...

jujur...
bila aku harus membagikan rasa ini
akan aku bagikan ini untuk Ibuku
jika aku harus menangis karn rasa ini
aku akan menangis di pangkuan Ibuku

jika aku harus berteriak dg kebahagiaanku
aku akan berteriak>>>
terimakasih Ibu...Tuhan mendengar doa di sujud malammu yg mengalir
bersama air matamu.
terimakasih ibu...suaramu menentramkan hatiku
terimakasih ibu...belaianmu menguatkan langkahku
terimakasih ibu...nasehatmu meyakinkan aku mencapai cita dan cinta
terimakasih ibu...yg mengerti keterbatasanku
terimakasih ibu...tlah mengajariku bahwa kepercayaan itu bukan dibuat
tapi dilahirkan

_______________________

tahun keenam, kuharap ini adalah tahun terakhir
dimana aku mulai tak kerasan lagi di mesir yang semakin kusam..!! akan tetapi ekspektasi yg berlebihan dan bayang2 pulang membuatku susah berkonsentrasi dalam ujian, sperti ada beban yg sangat berat di pundakku, selalu ada yang membuyarkan konsentrasiku.

kekhawatiranku benar2 terjadi....aku harus mengrungkan niat untuk secepatnya berkumpul dengan keluarga. aku bahkan tidak berani memberitahu keluarga jika aku gagal dan tidak lulus tahun ini.

pada akhirnya aku harus jujur dengan kegagalanku...meskipun berat dan pahit aku mengirimkan email kepada kaluargaku di rumah..

kpd yg terhormat
kluarga tercinta di rumah

assalamualaikum wr. wb.

salam rindu teriring doa penuh cinta dan hormat...segala puji hanya milik Allah sang pencipta langit dan bumi, sholawat serta salam kpd suri tauladan umat manusia Muhammad saw....smoga kluarga di rumah senantiasa berada dlm hidayah dan keberkatan-Nya. amin

jika aku tuliskan surat ini pada selembar kertas, mungkin takkan pernah sampai dan takkan terbaca, krn air mata tak terbendung tlah mengalir membasahinya.

jika bukan krn kekuatan cinta dan harapan yg selalu setia
menemani perjalannku..mungkin aku tak mampu lagi berdiri diatas dua kaki-ku.

jika bukan krn rasa rindu yg sekian lama kian meledak-ledak, aku
takkan mampu menuliskan ini.

jika kekecewaan memang tercipta diatas muka bumi ini, maka
orang yg sangat merasakan pahitnya rasa itu adalah aku, krn
hanya aku yg bisa merasakan perasaanku sendiri.

kurang lebih 13 th sudah aku mengembara mengejar cita2,
selama itu juga dukungan dan harapan selalu menyokong agar aku tetap maju dan bertahan...warna-warni dan kerasnya
kehidupan yg ku alami tidak akan mampu ku hadapi kalau bukan karna kemurnian cinta dri keluarga yg menyayangiku.
cinta itu telah mengajariku untuk mengerahkan sgala kemampuan yg aku miliki untuk menggapai cita2,
dan cinta itu pula yg membuatku selalu menolak untuk menyerah. sudah tak terhitung berapa biaya yg telah ku habiskan, pun jua hari2 ku lewatkan tanpa mereka di sekelilingku...sungguh kalau bukan krn diri ini telah berkali-kali jatuh dan bangun dlm setiap musim, mungkin aku takkan setegar ini.

aku yakin ini Tarbiyah....

tapi...semakin lama, kekhawatiran semakin merongrong urat
nadiku, kekhawatiran harus dengan apa aku mengganti smua
kasihsayang dan jasa2 kluargaku di sana?? setiap hari aku
hanya merasakan kekurangan2 yg semakin tumbuh ddalam diri, aku takut...hanya akan membawa "kekurangan2" itu saat aku kembali dri pengembaraan panjang ini.

tahun ini aku merasa berada diatas angin...setiap hari aku
bermimpi duduk dan bercengkerama bersama keluarga tercinta di rumah, melepas rindu dan bercerita ttg perjalan panjang yang aku tempuh.

sayang....ketakutan yg selama ini aku buang jauh, ternyata terjawab sudah, aku dinyatakan gagal lulus th ini...antara percaya dan tidak, aku berusaha untuk tetap tegar dan tersenyum pada diriku sendiri. namun ad yg tak mampu ku
sembunyikan...rasa malu pada keluarga yg selama ini selalu sabar dan mensupport smua kebutuhanku, rasa malu yg
membuatku menangis dimalam hari dan merasa bersalah di siang hari.

untuk smua kluarga di rumah....ananda mohon maaf tlah mmbuat smua kecewa.dan pertemuan kita tertunda lagi.

demi Allah ananda tidak menyalahkan siapapun, termasuk
nanda tidak pernah menyalahkan takdir, nanda yakin ini adalah hasil terbaik dari usaha yg nanda lakukan, dan
sepenuhnya nanda menerima keadaan yg tlah nanda buat sendiri. dalam kekecewaan itu hanya ada satu kalimat
penghibur yg selalu berusaha menenangkan hati nanda.."smoga ini semua ada hikmahnya"

sekali lagi nanda mohon maaf yg sebesar-besarnya untk kluarga di rumah. doakan smoga th depan kita benar2 bisa
berkumpul kembali dalam keadaan sehat wal afiat...amin

wassalam

hormat ananda/adinda
A. Syaukani

____________________________

bahkan aku harus kehilangan orang yang sangat aku cintai dan sangat berarti di dunia ini untuk selama-lamanya, ya ibuku telah pergi menghadap Dzat yg menciptaknnya dan selalu diserunya siang dan malam untuk kebahagiaan anak-anaknya.

kini...aku hanya berharap 5 maddah yang aku bawa mampu aku habiskan dalam kurun setahun ini...ya aku tak ingin lagi pertemuan dengan keluargaku tertunda lagi..

sahabt2 yg sudi membaca ceritaku ini...ceriita kegagalanku bukan untuk ditiru kawan...tapi cobalah ambil pelajaran bahwa ujian di al-azhar ternyata tidak sesulit apa yg kita bayangkan, yg sulit adalah menaklukkan rasa malas dan bagaimana menghapus ke-pasrah-an atas predikat rosib. pasrah hanyalah sebuah sikap seorang yang menyesal kenapa tidak memprsiapkan diri sebelum berperang. percaya diri memang diprlukan karn orang hidpu harus percaya ddiri, tetapi jika ia berlebihan maka ia akan berubah menjadi kesombongan, sedangkan rasa puas diri dan putus asa akan membuatmu semakin tenggelam dalam keterbatasan. bagi yang sudah terlanjur pasrah dengan rosib, segera bangun dan kibarkan harapan mumpung kita masih muda. dan ketika kita rela meninggalkan orang2 yg kita sayangi demi cita2, maka kita juga hrus rela ditinggalkan mereka untuk selama-lamanya, krn itu smua adalah bagian dari cita2 kita

shioukahn 09-01-11
Lanjut...???

pandangan "Bodoh"


sebuah pandangan bisa saja bermula dari sebuah pujian, bisa juga ia bermula dari sebuah cacian...akan tetapi yang paling penting adalah menerima keduanya jika kita benar-benar tahu apa yang pantas dipuji dan apa yang pantas dicaci, jika tidak maka itu adalah kebodohan yang sangat buruk akibatnya. "apa kita mau menjadi seperti rumput kashta yg berbuah untuk membunuh dirinya sendiri?"

lalu...pernahkah kita dengan serius mempelajari apa yang pernah kita miliki sekarang? hingga harus mengejar sesuatu yang baru, yang bahkan kita sendiri tidak tahu apa kita akan benar-benar mencintainya?

jika kita belum mampu mencintai apa yang kita miliki, kenapa harus mencintai apa yang belum kita miliki?? atau...kita akan selamanya menjadi orang bodoh yang terus-menerus dibodohi? dibodohi orang yang memuji apa yang tidak pantas dipuji, dibodohi orang yang mencaci apa yang tidak seharusnya dicaci.....

hidup memang sekali, akan tetapi selama hidup ini kita punya pilihan berkali-kali...ke barat, ke timur, ke barat lagi, ke timur lagi, ke utara dan ke selatan, semua adalah pilihan...pilihan seorang manusia bisa benar dan bisa juga salah, tidak mungkin kita hanya berdiam dan berdiri di tengah dan menghindari resiko, pilihan itu pasti beresiko. tapi...jika akal sehat berbicara, maka pilihan kita adalah sebuah keyakinan, bukan keraguan, bukan juga semata-mata ke-plong-an semu yang ditawarkan hawa nafsu. karena ketenangan yang hakiki berawal dari hati nurani sedangkan kebahagiaan bukanlah sesuatu yang instan.

ada doa yang sangat bagus dari pak mario teguh

Tuhan Yang Maha Agung,

Kami memohon agar Engkau
menjadikan hati kami rindu dan
cenderung kepada yang benar,
dan waspada terhadap bisikan
untuk mengabaikan kebenaran.

Sesungguhnya kekayaan
hanya bisa dicapai dengan kejujuran,
dan yang selainnya hanyalah harta
yang menandakan besarnya hukuman
yang sedang Kau tangguhkan.

Tuhan,

Rahmatilah kami dengan hati yang jujur,
pikiran yang lurus, dan tubuh yang patuh.

Aamiin


shioukahn
Lanjut...???

"akU taU inI ciNTa"

terpasung dalam kesendirian
sunyi...sepi...
hati terbingkai bosan

malamku begitu pekat tanpamu
entah bagaimana malammu di sana

aku mencari namamu
pada musik yang menghentak
siapa tau ia menghadirkan tawamu

aku mencari pelukmu
pada dingin yang menusuk-nusuk
siapa tau ia membawa hangatmu

aku mencari senyummu
pada langit berselimut gelap
siapa tau ia tampakkan indahmu

begitu banyak keraguan
apa aku harus menjawabnya sendiri?
sedang kerlingan sang malam
pun tak mampu melukiskanmu

aku tak percaya amor dan panah asmaranya
biar ku sulamkan seberkas rindu
dengan benangku sendiri
di atas dinding ruang hati

aku tau ini gila
aku tau ini cinta.

shioukahn 20-12-10
Lanjut...???

kATa oRAng


kata orang kamu cantik
wajahmu cerah bak purnama

ogah...aku tak mau itu

purnama hanya datang sebulan sekali
mendung pun kan menutupinya
aku ingin indahmu yang abadi

kata orang bibirmu indah
merah merekah bak delima

tidak...aku tak butuh itu
seperti kata "SLANK"
aku hanya butuh kejujuranmu

lembut menghias kedua bibirmu

kata orang kamu seksi

lemah gemulai bagaikan putri


entahlah...apa aku senaif itu

mencintaimu karena ke-aduhai-anmu

aku ikut kata "mas bop" saja
tubuh indah itu umurnya sementara

kata orang rambutmu berkilau

seperti mutiara terurai


memangnya aku jualan sampo

menjajakan mahkotamu di pasar

biarkan saja kain itu kusam
mutiara itu tetap mahal


shioukahn 19-12-10
Lanjut...???

MII selalu DI hati...bag. 5


"Mereka" (teladan para bintang)

Senja datang mengikis siang, garis horizontal tergores indah di kaki langit, lukisan kuning kemerahan menghias ujung barat, selamat tinggal siang selamat datang malam. Takbir menggema memenuhi langit yang mulai ditinggalkan cahaya, seonggok cerita telah berlalu namun semangatnya masih membekas di hati, yang kan mewarnai cerita-cerita lain, cerita perjalanan para bintang di MII.


Tepat setelah sholat maghrib, para santri segera berkumpul di kelompok "ngaji"nya masing-masing, kelompok yang dibentuk untuk mentertibkan kegiatan mengaji di masjid ini terdiri dari seorang kakak kelas V sebagai pembimbing atau penanggungjawab kelompok, biasanya selain membaca al-qur'an secara bergiliran
juga ada beberapa sesi untuk tafsir dan penyampaian materi ringan yang juga disampaikan secara bergiliran, sedangkan untuk formatnya diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing kelompok, mungkin agar tidak monoton dan tidak membosankan jadinya terserah kreatifitas masing-masing. Sedangkan santri kelas enam "dibebaskan" dari kegiatan ini, entah apa sebabnya yang jelas sebagian besar dari mereka hanya melewatkan waktunya dengan berdiam di kamar atau ngobrol-ngobrol saja, meskipun sebagian yang lain memanfaatkannya dengan hal-hal positif, tetapi tetap saja "menurutku" ini tidak efektif.

Kami para santri baru waktu itu di bagi menjadi beberapa kelompok saja, kata kakak kelas (dpt. Dakwah) ini adalah kelompok sementara untuk mengetahui kemampuan santri baru dalam membaca al-qur'an. Seingatku ada tiga kelompok waktu itu, masing-masing kelompok dipegang satu kakak kelas V, mereka adalah: kak jebel firdaus, kak yusuf asrinrizal dan kak adhan sanusi. Ketiga kakak kelas ini sangat popular terutama di kalangan santri baru, perhatian dan sikap mereka yang kalem membuat kami "lebih mengenal" mereka daripada kakak-kakak kelas yang lain.

Setelah beberapa hari kami mengaji bersama mereka, akhirnya kami di pisahkan sesuai kemampuan (level) membaca al-qur'an masing-masing. Bagi yang levelnya masuk dalam ketegori di bawah rata-rata, berada satu kelompok dengan kak yusuf asrinrizal (begantian dengan kak hasanuddin adam). Metode belajar ngajinya agak aneh dan "kejam", tentu saja bukan seperti anak TPA yang baru belajar mengaji menggunakan metode "iqro'", ini sedikit "kasar" mungkin karena kami sudah masuk pesantren jadinya mau tidak mau harus dipaksa bisa mengaji.."malu donk anak MII ga bisa ngaji..". metode yang dipakai adalah "kalau salah dipukul", tentu metode ini setelah melalui tahapn terlebih dahulu, biasanya kak yusuf memberikan contoh terlebih dahulu lalu diikuti anggota kelompoknya, setelah itu satu-persatu dari anggotanya dimintai untuk mengulangi bacaan yang telah dia contohkan tadi, nah…ketika salah melafadzkan, kak yusuf tidak lantas membenarkannya akan tetapi memukulnya dengan pecutan dari bambu, sampai akhirnya mampu melafadzkan dengan benar (wah…kejam banget yah…hehe), pernah suatu ketika aku melihat salah satu temanku mengaji sambil nangis karena selalu kena pukul sama kak yusuf, mungkin karena selalu salah, tapi Alhamdulillah tidak ada yang "ngambek". Hehehe….

Pelajaran kelima: "berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian"…..berani nggak mengartikannya??

Sedangkan yang termasuk kategori menengah bergabung bersama kelompoknya kak adhan sanusi, di sini kami hanya "dipermak" agar lebih bagus kualitas bacaannya, belajar teori-teori dasar tajwid dan mengaplikasikan ke dalam bacaan al-qur'an dengan baik dan benar, mengenal tanda-tanda dalam mushaf dan trik-trik agar semakin lancar. Kadang-kadang kak adhan juga mengadakan tebak-tebakan (kuis berhadiah), pertanyaannya seputar hukum-hukum bacaan, ini dimaksudkan agar kami mudah mengingatnya. Aku termasuk di dalam kelompok ini, sampai sekarang aku masih terkesan dengan cara semacam ini, luar biasa. Yang paling aku ingat adalah kesan mereka yang tidak membuat kami takut dan enggan hadir di kelompoknya sehingga suasana belajar mengaji menjadi sangat menyenangkan dan dirindukan.

Bagi yang sudah lancar, mereka dipencar di kelompok-kelompok ngaji yang lain, begabung dengan santri-santri lain yang sudah terlebih dahulu memulai aktifitas di kelompoknya. sebagian besar mereka adalah santri baru yang lulusan SMP/MTS (dulu belum ada kelas takhassus), ya meskipun sebagian dari mereka ada juga yang "belum lancar" tapi mungkin karena mereka dinilai sudah "dewasa", jadinya tetap dikumpulkan dengan kelompok santri "lama". bagiku, cara seperti ini sangat efektif (klasifikasi) agar perhatian terhadap kualitas bacaan santri MII (santri PERSIS umumnya) lebih baik, sedangkan pembelajaran dan latihannya lebih terkonsentrasi dan terkondisikan. kalau sudah begitu insyallah tidak akan ada kasus "lulusan MII tidak bisa mengaji". amin

Kami bangga memiliki kakak kelas sebaik mereka, perhatian dan ketelatenan mereka begitu tulus, memberikan teladan dan contoh yang baik serta memposisikan diri sebagai kakak yang mengayomi bukan kakak "senioritas". Tidak…..aku tidak memandang kakak-kakak kelas yang lain dengan sebelah mata, mereka semua baik dan tidak mem-buli kami santri baru, aku harus jujur ketika ditanya kesan-kesan yang baik tentang kakak-kakak kelas, tentu saja aku dan mereka (santri baru) memiliki kesan-kesan tersendiri dengan kakak kelas yang lain, tetapi jika aku harus bercerita tentang mereka maka aku harus menulis kesan-kesan yang umum, kesan yang tidak hanya aku, tapi mereka juga merasakan hal serupa.

bersambung

Lanjut...???

MII selalu DI hati...Bag. 4


Lets us begin ….!! (tangisan para bintang)

Cerah mentari menyambut hangat datangnya hari, deru ombak seakan menyapa "dimana semangatmu pagi ini??", lambaian cemara seolah mengiringi langkah-langkah kaki para "pemburu" cita-cita di ma'had ini. Hiruk pikuk pagi ini terasa berbeda, energy positifnya sangat kuat hingga siapapun yang merasakannya, akan terbawa indahnya nuansa semangat baru para santri MII yang menaikkan "tensi adrenalin" dalam dekapan suasana keberesamaan.

Hari itu, para santri sibuk mempersiapkan diri untuk membuka lembaran baru, memasuki hari baru di kelas baru, buku-buku baru dan tentu saja pelajaran baru. Sebagai santri baru, aku sangat senang saat buku-buku diktat dibagikan dan ekspresi yang sama juga ditunjukkan santri-santri baru yang lain. Diantara buku-diktat itu, salah satunya adalah yang paling fenomenal, ya buku itu berwarna hitam dan bertuliskan "Pengajaran sholat" warna emas, buku karya tokoh PERSIS "Alm. Ust. A Hassan" bagiku sangat aneh (jika dilihat dari judulnya), seingatku sejak dulu (di rumah dan di madrasah) sudah diajarkan tata cara sholat, ah….paling isinya itu-itu saja. Ternyata buku ini tidak hanya membahas seputar sholat wajib dan rukun-rukunnya saja, akan tetapi lebih dari itu, buku ini membahas semua masalah yang ada hubungannya dengan sholat, mulai tata cara berwudlu' sampai sholat-sholat tidak wajib (sunnah) termasuk sholat jenazah, sholat gerhana dan lain-lain, tentu saja tuntunan ini didasari dengan dalil dari alqur'an dan as-sunnah.

Tepat pukul 07:00,
dari pengeras suara depan masjid bel tanda dimulainya kegiatan belajar mengajar berbunyi, tidak seperti waktu di MTA dulu yang ketika bel berbunyi para santri sudah berada di dalam kelas, duduk rapi sambil menunggu ustadznya datang. Di MII tidak, kebanyakan santri memang sudah berada di komplek kelas saat bel berbunyi, tapi tidak semuanya berada di dalam kelas, sebagian memang memilih langsung duduk di bangku, tapi sebagian lagi lebih memilih untuk menunggu ustadz pengajar datang dengan ngobrol santai di teras kelas daripada duduk manis di dalam kelas, bahkan ketika ustadznya sudah datang metode "mengusir ayam" harus dipakai "ayo masuk…masuk…masuk" hehe. Begitulah kira-kira yang terjadi sampai aku lulus dari ma'had ini.

Pelajaran keempat…kedisiplinan harus dilatih sejak dini.

Ustadz fauzan adhim adalah orang pertama yang memulai kegiatan belajar di kelas kami, pengajar bahasa arab ini memperkenalkan diri sampai memberitahukan bahwa dia dipercaya untuk menjadi wali kelas kami. Seperti kebanyakan kelas-kelas baru dimulai, biasa ada sesi perkenalan agar lebih saling mengenal satu sama lain dan lebih akrab antar anggota kelas. Perkenalan dimulai sesuai dengan urutan abjad di buku absen, tentu saja aku mendapatkan urutan pertama karena namaku diawali dengan huruf A "Ahmad", ust. Fauzan senyum-senyum, mungkin karena kita sudah saling mengenal bahkan sempat ngobrol waktu aku baru menginjakkan kaki di sini, selanjutnya yang lain juga dipersilahkan memperkenalkan diri.

Secara bertubi-tubi, pengumuman-pengumuman tentang peraturan ma'had dibacakan, mulai dari berlakunya larangan keluar malam sampai peraturan "wajib" sholat berjema'ah lima waktu di masjid. Kurang lebih peraturan-peraturannya sama dengan yang aku tahu di MTA, bedanya mungkin system penerapannya saja, kalau di MTA agak keras dan sedikit "main bentak" tapi kalau di MII lumayan "lembut". Kalau di MTA, semua santri harus sudah berada di masjid saat adzan berkumandang, kalau di MII yang penting sholat berjema'ah di masjid meskipun "masbuq" raka'at terakhir…hehe.

Seperti rata-rata peraturan-peraturan yang berlaku, peraturan di ma'had ini pun terasa mengekang kebebasan, terutama bagi santri baru. Aku yang pernah merasakan peraturan lebih ketat dari ini, masih saja merasa tak nyaman, mengganggu pikiran dan selalu dihantui dengan rasa takut "dihukum" jika melanggar. Akan tetapi, sekian waktu berselang semua itu menjadi biasa, ya……..hanya butuh dibiasakan saja hingga peraturan-peraturan itu terasa seperti aktifitas yang mengalir sehari-hari, tak ubahnya seperti kebutuhan kita mandi, makan dan lain-lain.

Berbagai kegiatan pun mulai di aktifkan, dengan begitu para santri tidak hanya beraktifitas belajar di kelas (formal) semata, akan tetapi juga ada kegiatan bernuansa ekstra (informal) seperti: seni beladiri tapak suci, PMR/BSMR dan sanggar teater. Karena selain untuk penunjang belajar di ma'had ini, juga merupakan sebuah sarana untuk menciptakan suasana yang tidak menjemukan di pesantren ini sekaligus mengarahkan minat dan bakat para santri, hingga mereka tidak salah dalam menyalurkannya.

Saat petang menjelang, suasana menjadi sangat syahdu terutama bagi kami santri baru waktu itu. Suasana seperti ini begitu kuat mengangkat rasa kerinduan kami kepada keluarga di rumah, saat kami harus mandi lalu kemudian bersiap-siap ke masjid. Pernah suatu ketika aku memergoki salah satu temanku menangis di depan lemarinya sehabis mandi menjelang maghrib, kemudian datang seorang teman lagi lalu duduk di sampingnya, dia juga ikutan nangis, begitu pula selanjutnya, datang lagi satu duduk dan nangis, sampai ada beberapa orang (aku lupa jumlahnya) duduk berbaris sambil nangis, petang itu seperti ada paduan suara tanpa di koordinir seorang "dirigen", iramanya dingin tak seperti alunan seruling, juga tak ada hentakan seperti music rock. Akan tetapi…temponya yang tidak teratur akan mengantarkan mereka menuju jalan "bintang".

Bersambung...

Lanjut...???

MII selalu DI hati...bag. 3


Pra KBM dan final piala dunia 98

Suasana desa camplong yang begitu lekat dengan hawa lautnya, angin yang kencang dan hawa lembab sama sekali tidak mengurangi kebahagiaan santri-santri MII untuk saling bertukar cerita selama liburan di kampung. Canda tawa mewarnai hari-hari pra kegiatan belajar mengajar di ma'had ini, peraturan-peraturan ma'had yang belum resmi diaktifkan menjadi momen dimana para santri memanfaatkannya dengan jalan-jalan santai sekitar desa camplong dan bercengkram sambil menikmati oleh-oleh yang dibawa dari rumah masing-masing, hari-hari pra KBM ini seperti sebuah bonus pasca liburan sambil menunggu santri yang belum datang ke ma'had dikarenakan satu dan lain hal.

Tahun ini juga (1998) merupakan tahun dimana pesta olahraga paling populer di jagad raya ini dihelat,

perancis yang menjadi tuan rumah piala dunia 98 ini berhasil menembus partai final dimana lawan yang akan dihadapinya adalah tim kuat brasil. Tak kalah dengan di luar sana, di ma'had ini pun piala dunia ramai diperbincangkan, mulai dari ulasan pertandingan-pertandingan yang sudah lewat, performa para pemain sampai prediksi tim mana yang akan keluar sebagai juara tahun ini. Aku tak menyangka, ternyata santri-santri di sini lebih gila bola (GIBOL) daripada santri di MTA, atmosfernya begitu kuat, sampai-sampai asatid di ma'had ini juga membicarakn hal serupa, poster-poster pemain dan tim sepakbola juga dibolehkan menempel di dinding kamar MII.

Bagiku (waktu itu) sepakbola bukan merupakan hal yang sangat menarik, maklum karena tahun itu aku belum tahu banyak tentang dunia sepakbola, jangankan ulasan pertandingan atau prediksi skor, nama-nama pemain saja aku cuma dengar dari kepopuleran mereka dan perbincangan orang dewasa saja. Ketika aku ditanya tentang tim mana yang akan aku dukung di final nanti, tentu aku memilih brasil karena aku hanya tahu di sana ada pemain paling popular saat ini, dia adalah sang fenomenal Ronaldo (tonggos). Lalu bagaimana dengan perancis?? Wah…tak satupun dari mereka yang aku kenal namanya, inilah awal dimana aku terbawa kedalam pusaran penggila bola sampai saat ini.

akhirnya saat yang ditunggu-tunggu telah tiba, tanpa di komando semua santri di sini seakan mempersiapkan diri untuk "nonton bareng" partai puncak piala dunia 98 nanti malam, berhubung peraturan harus tidur di kamar masing-masing belum diresmikan jadinya para santri bisa seenaknya tidur di sembarang tempat, termasuk tidur di masjid biar tak ketinggalan pertandingan final. Tepat pukul 01:45 dini hari, suasana ma'had yang sebelumnya sepi mendadak ramai, ternyata pertandingan final antara tuan rumah perancis vs brasil akan segera di mulai dan semua santri yang memang menunggu momen empat tahun sekali ini segera bangkit dari lelap mereka. Diantara mereka ada yang sibuk mengeluarkan tv dari kantor MII, ada juga yang sibuk membangunkan teman-temannya dan tentu saja ada yang sudah siap di tempat duduknya yang paling strategis sambil memulai percakapan seputar pertandingan.

Angin malam yang mengarah dari pantai ikut meramaikan malam pemuncak piala dunia, aku yang mala mini tidur di teras masjid bersama jefri dan beberapa kakak kelas (diantaranya heri tanjung, harianto dan fahrullah yang sama-sama dari ambat sepertiku), juga tak ingin melewatkan malam "special" ini begitu saja maklum, ini adalah malam paling indah selama beberapa hari aku tinggal di ma'had ini. Secara mengejutkan perancis keluar sebagai juara dengan mengalahkan brasil 3-0, dua gol perancis dicetak zidane dengan kepalanya memanfaatkan sepak pojok di menit 27 dan di penghujung babak pertama dengan cara yang sama, sedangkan gol terakhir dicetak Emmanuel petit di menit 90.

Wah….waktu itu aku sama sekali tidak bisa menikmati jalannya pertandingan, apalagi bergembira dengan keluarnya perancis sebagai juara hahaha….(ga ngefek kali), yang jelas mayoritas santri yang gibol sepertinya kecewa dengan kekalahan brasil, apalagi bintang mereka "sang fenomenal" bermain sangat buruk (katanya sih…..haha). ini menjadi momen awal sebelum akhirnya aku benar-benar menggandrungi olahraga paling bergengsi ini, meskipun hanya sebatas penikmat bukan sebagai pemain.

pelajaran ketiga....boleh saja kita larut dalam warna lingkungan, tapi warna kita tetap yang paling cerah, melengkapi warna-warna yang akan menjadi lebih indah karena warna kita. karena pelangi tidak akan lengkap tanpa warna MERAH.

Semua ini masih awal dari perjalananku di ma'had ini, KBM belum juga di mulai akan tetapi kesan-kesan sejauh ini begitu indah, memberikan sensasi tersendiri dalam kehidupanku, dunia baru, kawan-kawan baru, suasana baru dan kakak-kakak yang baik. MII….aku masih belajar mencintaimu, belajar mengalir, mengikuti irama dinamika yang kau tawarkan, bersama hembusan angin yang hinggap di reranting cemara dan deburan ombak pesisir pantai camplong.

Bersambung….

Lanjut...???