terpasung dalam kesendirian
sunyi...sepi...
hati terbingkai bosan
malamku begitu pekat tanpamu
entah bagaimana malammu di sana
aku mencari namamu
pada musik yang menghentak
siapa tau ia menghadirkan tawamu
aku mencari pelukmu
pada dingin yang menusuk-nusuk
siapa tau ia membawa hangatmu
aku mencari senyummu
pada langit berselimut gelap
siapa tau ia tampakkan indahmu
begitu banyak keraguan
apa aku harus menjawabnya sendiri?
sedang kerlingan sang malam
pun tak mampu melukiskanmu
aku tak percaya amor dan panah asmaranya
biar ku sulamkan seberkas rindu
dengan benangku sendiri
di atas dinding ruang hati
aku tau ini gila
aku tau ini cinta.
shioukahn 20-12-10
Lanjut...???

kata orang kamu cantik
wajahmu cerah bak purnama
ogah...aku tak mau itu
purnama hanya datang sebulan sekali
mendung pun kan menutupinya
aku ingin indahmu yang abadi
kata orang bibirmu indah
merah merekah bak delima
tidak...aku tak butuh itu
seperti kata "SLANK"
aku hanya butuh kejujuranmu
lembut menghias kedua bibirmu
kata orang kamu seksi
lemah gemulai bagaikan putri
entahlah...apa aku senaif itu
mencintaimu karena ke-aduhai-anmu
aku ikut kata "mas bop" saja
tubuh indah itu umurnya sementara
kata orang rambutmu berkilau
seperti mutiara terurai
memangnya aku jualan sampo
menjajakan mahkotamu di pasar
biarkan saja kain itu kusam
mutiara itu tetap mahal
shioukahn 19-12-10
Lanjut...???
Senja datang mengikis siang, garis horizontal tergores indah di kaki langit, lukisan kuning kemerahan menghias ujung barat, selamat tinggal siang selamat datang malam. Takbir menggema memenuhi langit yang mulai ditinggalkan cahaya, seonggok cerita telah berlalu namun semangatnya masih membekas di hati, yang kan mewarnai cerita-cerita lain, cerita perjalanan para bintang di MII.
Tepat setelah sholat maghrib, para santri segera berkumpul di kelompok "ngaji"nya masing-masing, kelompok yang dibentuk untuk mentertibkan kegiatan mengaji di masjid ini terdiri dari seorang kakak kelas V sebagai pembimbing atau penanggungjawab kelompok, biasanya selain membaca al-qur'an secara bergiliran juga ada beberapa sesi untuk tafsir dan penyampaian materi ringan yang juga disampaikan secara bergiliran, sedangkan untuk formatnya diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing kelompok, mungkin agar tidak monoton dan tidak membosankan jadinya terserah kreatifitas masing-masing. Sedangkan santri kelas enam "dibebaskan" dari kegiatan ini, entah apa sebabnya yang jelas sebagian besar dari mereka hanya melewatkan waktunya dengan berdiam di kamar atau ngobrol-ngobrol saja, meskipun sebagian yang lain memanfaatkannya dengan hal-hal positif, tetapi tetap saja "menurutku" ini tidak efektif.
Kami para santri baru waktu itu di bagi menjadi beberapa kelompok saja, kata kakak kelas (dpt. Dakwah) ini adalah kelompok sementara untuk mengetahui kemampuan santri baru dalam membaca al-qur'an. Seingatku ada tiga kelompok waktu itu, masing-masing kelompok dipegang satu kakak kelas V, mereka adalah: kak jebel firdaus, kak yusuf asrinrizal dan kak adhan sanusi. Ketiga kakak kelas ini sangat popular terutama di kalangan santri baru, perhatian dan sikap mereka yang kalem membuat kami "lebih mengenal" mereka daripada kakak-kakak kelas yang lain.
Setelah beberapa hari kami mengaji bersama mereka, akhirnya kami di pisahkan sesuai kemampuan (level) membaca al-qur'an masing-masing. Bagi yang levelnya masuk dalam ketegori di bawah rata-rata, berada satu kelompok dengan kak yusuf asrinrizal (begantian dengan kak hasanuddin adam). Metode belajar ngajinya agak aneh dan "kejam", tentu saja bukan seperti anak TPA yang baru belajar mengaji menggunakan metode "iqro'", ini sedikit "kasar" mungkin karena kami sudah masuk pesantren jadinya mau tidak mau harus dipaksa bisa mengaji.."malu donk anak MII ga bisa ngaji..". metode yang dipakai adalah "kalau salah dipukul", tentu metode ini setelah melalui tahapn terlebih dahulu, biasanya kak yusuf memberikan contoh terlebih dahulu lalu diikuti anggota kelompoknya, setelah itu satu-persatu dari anggotanya dimintai untuk mengulangi bacaan yang telah dia contohkan tadi, nah…ketika salah melafadzkan, kak yusuf tidak lantas membenarkannya akan tetapi memukulnya dengan pecutan dari bambu, sampai akhirnya mampu melafadzkan dengan benar (wah…kejam banget yah…hehe), pernah suatu ketika aku melihat salah satu temanku mengaji sambil nangis karena selalu kena pukul sama kak yusuf, mungkin karena selalu salah, tapi Alhamdulillah tidak ada yang "ngambek". Hehehe….
Pelajaran kelima: "berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian"…..berani nggak mengartikannya??
Sedangkan yang termasuk kategori menengah bergabung bersama kelompoknya kak adhan sanusi, di sini kami hanya "dipermak" agar lebih bagus kualitas bacaannya, belajar teori-teori dasar tajwid dan mengaplikasikan ke dalam bacaan al-qur'an dengan baik dan benar, mengenal tanda-tanda dalam mushaf dan trik-trik agar semakin lancar. Kadang-kadang kak adhan juga mengadakan tebak-tebakan (kuis berhadiah), pertanyaannya seputar hukum-hukum bacaan, ini dimaksudkan agar kami mudah mengingatnya. Aku termasuk di dalam kelompok ini, sampai sekarang aku masih terkesan dengan cara semacam ini, luar biasa. Yang paling aku ingat adalah kesan mereka yang tidak membuat kami takut dan enggan hadir di kelompoknya sehingga suasana belajar mengaji menjadi sangat menyenangkan dan dirindukan.
Bagi yang sudah lancar, mereka dipencar di kelompok-kelompok ngaji yang lain, begabung dengan santri-santri lain yang sudah terlebih dahulu memulai aktifitas di kelompoknya. sebagian besar mereka adalah santri baru yang lulusan SMP/MTS (dulu belum ada kelas takhassus), ya meskipun sebagian dari mereka ada juga yang "belum lancar" tapi mungkin karena mereka dinilai sudah "dewasa", jadinya tetap dikumpulkan dengan kelompok santri "lama". bagiku, cara seperti ini sangat efektif (klasifikasi) agar perhatian terhadap kualitas bacaan santri MII (santri PERSIS umumnya) lebih baik, sedangkan pembelajaran dan latihannya lebih terkonsentrasi dan terkondisikan. kalau sudah begitu insyallah tidak akan ada kasus "lulusan MII tidak bisa mengaji". amin
Kami bangga memiliki kakak kelas sebaik mereka, perhatian dan ketelatenan mereka begitu tulus, memberikan teladan dan contoh yang baik serta memposisikan diri sebagai kakak yang mengayomi bukan kakak "senioritas". Tidak…..aku tidak memandang kakak-kakak kelas yang lain dengan sebelah mata, mereka semua baik dan tidak mem-buli kami santri baru, aku harus jujur ketika ditanya kesan-kesan yang baik tentang kakak-kakak kelas, tentu saja aku dan mereka (santri baru) memiliki kesan-kesan tersendiri dengan kakak kelas yang lain, tetapi jika aku harus bercerita tentang mereka maka aku harus menulis kesan-kesan yang umum, kesan yang tidak hanya aku, tapi mereka juga merasakan hal serupa.
bersambung
Lanjut...???

Lets us begin ….!! (tangisan para bintang)
Cerah mentari menyambut hangat datangnya hari, deru ombak seakan menyapa "dimana semangatmu pagi ini??", lambaian cemara seolah mengiringi langkah-langkah kaki para "pemburu" cita-cita di ma'had ini. Hiruk pikuk pagi ini terasa berbeda, energy positifnya sangat kuat hingga siapapun yang merasakannya, akan terbawa indahnya nuansa semangat baru para santri MII yang menaikkan "tensi adrenalin" dalam dekapan suasana keberesamaan.
Hari itu, para santri sibuk mempersiapkan diri untuk membuka lembaran baru, memasuki hari baru di kelas baru, buku-buku baru dan tentu saja pelajaran baru. Sebagai santri baru, aku sangat senang saat buku-buku diktat dibagikan dan ekspresi yang sama juga ditunjukkan santri-santri baru yang lain. Diantara buku-diktat itu, salah satunya adalah yang paling fenomenal, ya buku itu berwarna hitam dan bertuliskan "Pengajaran sholat" warna emas, buku karya tokoh PERSIS "Alm. Ust. A Hassan" bagiku sangat aneh (jika dilihat dari judulnya), seingatku sejak dulu (di rumah dan di madrasah) sudah diajarkan tata cara sholat, ah….paling isinya itu-itu saja. Ternyata buku ini tidak hanya membahas seputar sholat wajib dan rukun-rukunnya saja, akan tetapi lebih dari itu, buku ini membahas semua masalah yang ada hubungannya dengan sholat, mulai tata cara berwudlu' sampai sholat-sholat tidak wajib (sunnah) termasuk sholat jenazah, sholat gerhana dan lain-lain, tentu saja tuntunan ini didasari dengan dalil dari alqur'an dan as-sunnah.
Tepat pukul 07:00, dari pengeras suara depan masjid bel tanda dimulainya kegiatan belajar mengajar berbunyi, tidak seperti waktu di MTA dulu yang ketika bel berbunyi para santri sudah berada di dalam kelas, duduk rapi sambil menunggu ustadznya datang. Di MII tidak, kebanyakan santri memang sudah berada di komplek kelas saat bel berbunyi, tapi tidak semuanya berada di dalam kelas, sebagian memang memilih langsung duduk di bangku, tapi sebagian lagi lebih memilih untuk menunggu ustadz pengajar datang dengan ngobrol santai di teras kelas daripada duduk manis di dalam kelas, bahkan ketika ustadznya sudah datang metode "mengusir ayam" harus dipakai "ayo masuk…masuk…masuk" hehe. Begitulah kira-kira yang terjadi sampai aku lulus dari ma'had ini.
Pelajaran keempat…kedisiplinan harus dilatih sejak dini.
Ustadz fauzan adhim adalah orang pertama yang memulai kegiatan belajar di kelas kami, pengajar bahasa arab ini memperkenalkan diri sampai memberitahukan bahwa dia dipercaya untuk menjadi wali kelas kami. Seperti kebanyakan kelas-kelas baru dimulai, biasa ada sesi perkenalan agar lebih saling mengenal satu sama lain dan lebih akrab antar anggota kelas. Perkenalan dimulai sesuai dengan urutan abjad di buku absen, tentu saja aku mendapatkan urutan pertama karena namaku diawali dengan huruf A "Ahmad", ust. Fauzan senyum-senyum, mungkin karena kita sudah saling mengenal bahkan sempat ngobrol waktu aku baru menginjakkan kaki di sini, selanjutnya yang lain juga dipersilahkan memperkenalkan diri.
Secara bertubi-tubi, pengumuman-pengumuman tentang peraturan ma'had dibacakan, mulai dari berlakunya larangan keluar malam sampai peraturan "wajib" sholat berjema'ah lima waktu di masjid. Kurang lebih peraturan-peraturannya sama dengan yang aku tahu di MTA, bedanya mungkin system penerapannya saja, kalau di MTA agak keras dan sedikit "main bentak" tapi kalau di MII lumayan "lembut". Kalau di MTA, semua santri harus sudah berada di masjid saat adzan berkumandang, kalau di MII yang penting sholat berjema'ah di masjid meskipun "masbuq" raka'at terakhir…hehe.
Seperti rata-rata peraturan-peraturan yang berlaku, peraturan di ma'had ini pun terasa mengekang kebebasan, terutama bagi santri baru. Aku yang pernah merasakan peraturan lebih ketat dari ini, masih saja merasa tak nyaman, mengganggu pikiran dan selalu dihantui dengan rasa takut "dihukum" jika melanggar. Akan tetapi, sekian waktu berselang semua itu menjadi biasa, ya……..hanya butuh dibiasakan saja hingga peraturan-peraturan itu terasa seperti aktifitas yang mengalir sehari-hari, tak ubahnya seperti kebutuhan kita mandi, makan dan lain-lain.
Berbagai kegiatan pun mulai di aktifkan, dengan begitu para santri tidak hanya beraktifitas belajar di kelas (formal) semata, akan tetapi juga ada kegiatan bernuansa ekstra (informal) seperti: seni beladiri tapak suci, PMR/BSMR dan sanggar teater. Karena selain untuk penunjang belajar di ma'had ini, juga merupakan sebuah sarana untuk menciptakan suasana yang tidak menjemukan di pesantren ini sekaligus mengarahkan minat dan bakat para santri, hingga mereka tidak salah dalam menyalurkannya.
Saat petang menjelang, suasana menjadi sangat syahdu terutama bagi kami santri baru waktu itu. Suasana seperti ini begitu kuat mengangkat rasa kerinduan kami kepada keluarga di rumah, saat kami harus mandi lalu kemudian bersiap-siap ke masjid. Pernah suatu ketika aku memergoki salah satu temanku menangis di depan lemarinya sehabis mandi menjelang maghrib, kemudian datang seorang teman lagi lalu duduk di sampingnya, dia juga ikutan nangis, begitu pula selanjutnya, datang lagi satu duduk dan nangis, sampai ada beberapa orang (aku lupa jumlahnya) duduk berbaris sambil nangis, petang itu seperti ada paduan suara tanpa di koordinir seorang "dirigen", iramanya dingin tak seperti alunan seruling, juga tak ada hentakan seperti music rock. Akan tetapi…temponya yang tidak teratur akan mengantarkan mereka menuju jalan "bintang".
Bersambung...
Lanjut...???

Pra KBM dan final piala dunia 98
Suasana desa camplong yang begitu lekat dengan hawa lautnya, angin yang kencang dan hawa lembab sama sekali tidak mengurangi kebahagiaan santri-santri MII untuk saling bertukar cerita selama liburan di kampung. Canda tawa mewarnai hari-hari pra kegiatan belajar mengajar di ma'had ini, peraturan-peraturan ma'had yang belum resmi diaktifkan menjadi momen dimana para santri memanfaatkannya dengan jalan-jalan santai sekitar desa camplong dan bercengkram sambil menikmati oleh-oleh yang dibawa dari rumah masing-masing, hari-hari pra KBM ini seperti sebuah bonus pasca liburan sambil menunggu santri yang belum datang ke ma'had dikarenakan satu dan lain hal.
Tahun ini juga (1998) merupakan tahun dimana pesta olahraga paling populer di jagad raya ini dihelat,
perancis yang menjadi tuan rumah piala dunia 98 ini berhasil menembus partai final dimana lawan yang akan dihadapinya adalah tim kuat brasil. Tak kalah dengan di luar sana, di ma'had ini pun piala dunia ramai diperbincangkan, mulai dari ulasan pertandingan-pertandingan yang sudah lewat, performa para pemain sampai prediksi tim mana yang akan keluar sebagai juara tahun ini. Aku tak menyangka, ternyata santri-santri di sini lebih gila bola (GIBOL) daripada santri di MTA, atmosfernya begitu kuat, sampai-sampai asatid di ma'had ini juga membicarakn hal serupa, poster-poster pemain dan tim sepakbola juga dibolehkan menempel di dinding kamar MII.
Bagiku (waktu itu) sepakbola bukan merupakan hal yang sangat menarik, maklum karena tahun itu aku belum tahu banyak tentang dunia sepakbola, jangankan ulasan pertandingan atau prediksi skor, nama-nama pemain saja aku cuma dengar dari kepopuleran mereka dan perbincangan orang dewasa saja. Ketika aku ditanya tentang tim mana yang akan aku dukung di final nanti, tentu aku memilih brasil karena aku hanya tahu di sana ada pemain paling popular saat ini, dia adalah sang fenomenal Ronaldo (tonggos). Lalu bagaimana dengan perancis?? Wah…tak satupun dari mereka yang aku kenal namanya, inilah awal dimana aku terbawa kedalam pusaran penggila bola sampai saat ini.
akhirnya saat yang ditunggu-tunggu telah tiba, tanpa di komando semua santri di sini seakan mempersiapkan diri untuk "nonton bareng" partai puncak piala dunia 98 nanti malam, berhubung peraturan harus tidur di kamar masing-masing belum diresmikan jadinya para santri bisa seenaknya tidur di sembarang tempat, termasuk tidur di masjid biar tak ketinggalan pertandingan final. Tepat pukul 01:45 dini hari, suasana ma'had yang sebelumnya sepi mendadak ramai, ternyata pertandingan final antara tuan rumah perancis vs brasil akan segera di mulai dan semua santri yang memang menunggu momen empat tahun sekali ini segera bangkit dari lelap mereka. Diantara mereka ada yang sibuk mengeluarkan tv dari kantor MII, ada juga yang sibuk membangunkan teman-temannya dan tentu saja ada yang sudah siap di tempat duduknya yang paling strategis sambil memulai percakapan seputar pertandingan.
Angin malam yang mengarah dari pantai ikut meramaikan malam pemuncak piala dunia, aku yang mala mini tidur di teras masjid bersama jefri dan beberapa kakak kelas (diantaranya heri tanjung, harianto dan fahrullah yang sama-sama dari ambat sepertiku), juga tak ingin melewatkan malam "special" ini begitu saja maklum, ini adalah malam paling indah selama beberapa hari aku tinggal di ma'had ini. Secara mengejutkan perancis keluar sebagai juara dengan mengalahkan brasil 3-0, dua gol perancis dicetak zidane dengan kepalanya memanfaatkan sepak pojok di menit 27 dan di penghujung babak pertama dengan cara yang sama, sedangkan gol terakhir dicetak Emmanuel petit di menit 90.
Wah….waktu itu aku sama sekali tidak bisa menikmati jalannya pertandingan, apalagi bergembira dengan keluarnya perancis sebagai juara hahaha….(ga ngefek kali), yang jelas mayoritas santri yang gibol sepertinya kecewa dengan kekalahan brasil, apalagi bintang mereka "sang fenomenal" bermain sangat buruk (katanya sih…..haha). ini menjadi momen awal sebelum akhirnya aku benar-benar menggandrungi olahraga paling bergengsi ini, meskipun hanya sebatas penikmat bukan sebagai pemain.
pelajaran ketiga....boleh saja kita larut dalam warna lingkungan, tapi warna kita tetap yang paling cerah, melengkapi warna-warna yang akan menjadi lebih indah karena warna kita. karena pelangi tidak akan lengkap tanpa warna MERAH.
Semua ini masih awal dari perjalananku di ma'had ini, KBM belum juga di mulai akan tetapi kesan-kesan sejauh ini begitu indah, memberikan sensasi tersendiri dalam kehidupanku, dunia baru, kawan-kawan baru, suasana baru dan kakak-kakak yang baik. MII….aku masih belajar mencintaimu, belajar mengalir, mengikuti irama dinamika yang kau tawarkan, bersama hembusan angin yang hinggap di reranting cemara dan deburan ombak pesisir pantai camplong.
Bersambung….
Lanjut...???

Masa-masa santri baru (perkenalan dengan calon bintang)
Masih jelas di ingatanku, orang pertama kali yang aku kenal di MII adalah ust. Untung rifa'i, beliau selaku petugas penerimaan santri baru menyambutku dengan senyuman "khas"nya yang mengembang. Dengan santun dan lembut ust. Untung yang pada kelanjutan kisahku nanti menjadi salah seorang yang paling berpengaruh dalam interaksi dan dinamika di ma'had ini menuntunku mengisi dan melengkapi formulir pendaftaran. Setelah semua persyaratan terpenuhi, sekali lagi aku siap tinggal di ma'had ini dan jauh dari keluarga lagi. Kesannya masih sama saat keluargaku meninggalkan aku di MTA setahun yang lalu, di depan kantor MII aku berusaha untuk kuat dan tegar namun ketika kucium tangan ibundaku, aku benar-benar tak kuasa menahan airmata. Seandainya bocah 13 tahun ini boleh jujur, maka sedikitpun tak pernah ada keinginan untuk jauh dari rumah, keluarga dan kampung halaman.
Orang kedua yang aku kenal di MII ini adalah ust. Fauzan adhim, dia berasal dari desa beranta pesisir (Britania) tak begitu jauh dari desaku, pria berkulit putih ini adalah salah satu alumni kedua MII yang mengabdikan dirinya di sini setelah lulus, mungkin untuk mengisi kekosongannya sambil menunggu keputusan universitas mana yang akan dia tuju untuk "rekreasi" keilmuannya, setelah berkenalan ternyata dia adalah adik kandung dari miftahul jinan (atau biasa aku panggil mu'allim jinan) seorang seniorku di MTA, wah…kita jadi makin akrab karena kebetulan ini menjadi bahan obrolan dengannya. Ust. Fauzan yang nantinya menjadi wali kelasku di kelas satu, meskipun interaksi kami hanya setahun karena dia harus melanjutkan studinya di Jakarta, bisa dibilang salah satu orang yang memiliki kesan menarik dalam perjalanan kisahku di MII.
Orang ketiga yang aku kenal adalah Tajul (itu saja yang aku tahu dari namanya), dia juga seorang alumni kedua MII. Entah apa yang membuat kami begitu dekat malam itu, dia mengajakku makan bakso di warung pak supar, sembari dia menasehatiku agar berperilaku baik selama di ma'had menghormati asatid dan kakak-kakak kelas dia juga bercerita panjang lebar tentang perjalanannya selama menempuh pendidikan di MII. Bersama ust. Fauzan juga kami bertiga ngobrol santai di bawah pohon cemara di dekat gerbang ma'had tentang suka duka kehidupan di pesantren ini. Aku seperti mendapatkan bekal yang sangat berarti bagi kelanjutan kehidupanku selama di pesantren nantinya. Tajul yang belakangan aku tahu dari kakak-kakak kelas, ternyata dia adalah mantan departemen keamanan paling "sangar" dalam sejarah dinamika keorganisasian di ma'had ini, aku sangat bersyukur bisa mengenal mereka ust. Untung rifai, ust. Fauzan adhim dan Tajul, mereka adalah kesan pertamaku di pesantren ini. Ramah, baik, santun dan perhatian….itu saja.
Beberapa nama "beken" lain yang ikut mewarnai masa transisiku di MII ini adalah Muhamad qohar, selanjutnya kami biasa panggil dia kaher. Santri baru juga asal bangkalan, orangnya periang dan yang bikin aku geli adalah loghat bangkalannya yang khas. Kemudian datang seorang anak berambut ikal (bukan namanya yang ikal), belum sempat kami berkenalan dia langsung tidur di kamar yang khusus disediakan untuk anak baru, sorenya Alhamdulillah kami berkenalan dengan sedikit agak canggung dan malu-malu, anak ini bernama imam hasanuddin asal babat lamongan. Sesuai dengan nama daerah asalnya (babat), kedua orang tuanya menyodorkan kepada kami makanan khas dari babat, apa lagi kalau bukan wingko babat?!?!?! Hemmm…enaknyaaaaa. Dia bersama seorang kakaknya yang kami kenal dengan nama idris, ternyata dia juga baru masuk ma'had ini tapi dia pindahan dari ponpes persis bangil pasuruan. Meskipun bukan tokoh utama dalam kisahku ini, imam adalah bocah "tekun" yang bakal menjadi salah satu "ikon" dan "bintang" generasi kami.
Karena masih liburan kenaikan, ma'had masih terasa sepi dan membosankan, beruntung kakak-kakak kelas yang sengaja menghabiskan masa liburannya di dalam ma'had sangat mudah berinteraksi dengan kami yang masih belum tahu apa-apa di sini. Mereka yang sangat menyenangkan "waktu itu" adalah sodik dan alwi, gaya mereka yang kocak membuatku tertarik mendekati mereka, kami menghabiskan malam dengan cerita-cerita lucu kadang-kadang cerita horor juga dan yang paling penting, inilah malam pertamaku yang aku habiskan dengan begadang. Oiya…ada yang lupa, nama yang paling ditunggu-tunggu kedatangannya tiga kali sehari, dia seorang kakak kelas yang menjadi "sukarelawan" mengantar makanan dari barat (dapur) ke timur (MII putra) dengan becak khusus, namanya hatnawi asal pulau kangean sumenep.
Pelajaran kedua…kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda (ini iklan parfum axe yang lawas).
Pada masa-masa awalku di ma'had ini juga, aku bertemu seorang anak "special" yang pada hari-hari berikutnya di MII ini, kami jalani dalam suasana persahabatan yang begitu erat. Dia adalah jefriana ardianas, aku mengenal bocah asal ketapang ini sehabis sholat ashar, sebenarnya dia datang sebelum duhur, tetapi orang tuanya pulang dan meninggalkannya duduk sendiri di tepi masjid MII pas setelah sholat ashar. Tak sedikitpun butiran bening menetes dari matanya, tapi dari diamnya di teras masjid itu aku bisa merasakan perasaannya jauh dari keluarga, meskipun tak menangis guratan kesedihan di wajahnya tetap saja tak mampu disembunyikan. Aku mencoba mendekatinya, berkenalan dan sedikit bercerita kalau sebenarnya aku juga santri baru, baru beberapa hari di ma'had ini. Tak lama kemudian aku mengajaknya jalan-jalan ke barat (sekali lagi bukan eropa) sampai menjelang maghrib, ya sekedar mencari "hiburan" atau makan rujak di warung juventus. Jefri atau "J" begitu biasa kami memanggilnya, dia termasuk dalam tokoh utama dalam kisahku di MII, orangnya baik, cerdas, sedikit pendiam tapi menyimpan banyak potensi di dalam dirinya yang akan ter-expose pada saatnya nanti.
Suasana ma'had semakin ramai, masa liburan sudah berakhir. Berbondong-bondong santri-santri kembali ke pesantren, ada perasaan sedikit aneh karena kebanyakan santri (lama) yang kembali ke pesantren tidak seperti santri-santri yang aku tahu di MTA dulu, dari cara mereka berpakaian dan interaksi satu sama lain. Susananya hangat dan akrab, keramaian tercipta mereka seperti pulang ke rumah sendiri.
Santri-santri baru pun berdatangan, mereka yang datang setelahku itu akan segera menyusul petualangan baru yang sudah beberapa hari aku, kaher, jefri dan imam memulainya. Rerumputan dan cemara-cemara di sekeliling ma'had ini seakan menyambut kedatangan mereka, dan hembusan angin pantai camplong seolah berbisik di telinga-telinga mereka "selamat datang, selamat memulai petualangan di MII permai ini".
Bersambung….!!
Lanjut...???
Saat lulus dari SD tahun 1997 aku memang ingin melanjutkan ke pesantren (mondok), entah kenapa aku sama sekali tak tertarik dengan sekolah umum, mungkin karena SMP di kecamatan tlanakan itu tak terlalu favorit (ini mungkin ya..!!) selanjutnya, aku hanya ingin berbeda dengan teman-temanku yang lain.
Aku dihadapkan dengan dua pilihan pesantren, untuk anak seumuranku waktu itu dua pilihan ini sangat berat, pesantren pertama yang ditawarkan adalah ma'had al-ittihad al-islami di camplong tidak terlalu jauh dari rumahku di desa ambat, jaraknya sekitar 12-13 kilometer ke barat, pilihan kedua yaitu, ma'had tahfidz al-qur'an atau biasa dikenal dengan singkatan MTA, ma'had ini adalah program khusus sebuah pesantren besar dan "beken" di Madura (Al-Amien), letaknya di desa prenduan kabupaten sumenep. berbeda dengan MII, MTA lebih jauh ke timur dari rumahku, perjalanan kesana setidaknya ditempuh dalam satu setengah sampai dua jam perjalanan darat.
Ternyata pilahanku jatuh pada pesantren yang kedua, ya…MTA adalah pilihanku. Beberapa faktor kenapa aku memilih MTA , waktu itu aku merasa sudah sangat mengenal pesantren itu, mungkin karena hampir setiap bulan aku ke sana bersama ibunda mengunjungi kakak perempuanku, termasuk saat menghadiri acara wisudanya yang membuat aku benar-benar jatuh cinta dengan atmosfer di pesantren itu. Hal kedua, karena yang aku tahu adalah yang aku lihat. meskipun banyak dari saudara-saudara sepupuku yang mondok di MII, tapi jarang sekali aku berinteraksi dengan mereka, jadi aku memang tidak tahu "kualitas" mereka, sedangkan yang aku lihat adalah seorang kakak perempuanku yang sudah lulus dari pon-pes al-amien prenduan, yang menurutku waktu itu adalah contoh paling "keren" yang harus aku tiru dan ikuti jejaknya. Hal selanjutnya adalah murni dari imajenasi seorang anak kecil, entah kenapa aku merasa camplong itu lebih jauh daripada prenduan hahaha…padahal aslinya prenduan 4-5 kali lebih jauh daripada ke camplong yang bisa ditempuh dalam waktu 10 menit saja.
Singkat cerita, kisahku di MTA terhitung sangat singkat, tak sampai setahun aku bernaung di bawah asuhannya. Sebenarnya kalau ditanya kerasan atau tidak, tentu aku akan susah menjawabnya, teman-teman dari berbagai daerah dan suku begitu "asyik" bagiku, kegiatan-kegiatannya juga bagus dan aku sangat senang menjalankannya, tapi di lain sisi aku merasa tertekan dengan system "otoriter" di pesantren ini yang menghadirkan rasa "takut" di kepala, terus ternag aku tidak pernah merasa "enjoy" dengan kehidupanku di ma'had ini. Yang paling payah peringkatku selalu melorot setiap caturwulan. Ah…..dari sekian ratus calon santri yang ikut tes masuk MTA, aku berada di peringkat 25 artinya aku masuk kelas B yang isinya adalah peringkat 1-40, sedangkan peringkat 41-73 di kelas C dan sisanya terlempar dari MTA dan harus merelakan setahun dari waktu mereka di kelas syu'bah (eksperimen). Dari penyandang peringkat 25 turun ke peringkat 33 pada caturwulan pertama, caturwulan kedua lebih menyedihkan lagi, turun sepuluh peringkat menjadi 43. Wah…..jangan-jangan caturwulan selanjutnya turun 10 peringkat lagi nih..!!!
Pernah suatu ketika aku harus diantar pulang wali kelas karena sakit, sesampai di rumah aku merasa sangat asing, menjadi pendiam dan susah sekali menyapa orang, mungkin karena beberapa bulan aku tidak pernah pulang dan pastinya waktu itu aku merasa "lebih keren" dari teman-teman yang lain, merasa special dan……. Waw……….sedikit sombong gitu lhoooooooooo..!!
Pelajaran pertama….jangan pernah menilai rasa kue sebelum kamu mencicipinya….hem…nyambung ga ya???!!!!
sekitar separuh perjalanan caturwulan ketiga, atau mungkin lebih dekat ke akhir aku harus cuti dari ma'had karena sakit yang aku derita mengharuskanku beristirahat total, kata dokternya aku harus istirahat untuk memulihkan kesehatan secara umum dan menenangkan pikiran karena pengaruh psikis yang tertekan.
Kurang lebih sekitar 3 bulan ruteku hanya rumah dan rumah sakit (check up), sangat membosankan, terutama saat pagi hari dimana aku melihat teman-teman dan anak-anak lainya berangkat sekolah dengan seragam lengkap. Aku hanya bisa mengintip mereka dari balik jendela, aku merasa minder dan….rasanya ingin nangis.
Sempat terbesit ingin melanjutkan sekolah umum saja tapi ibunda bilang, bapak pernah berwasiat nanti kalau aku lulus SD akan di masukkan di pesantrennya pak sutardjo (MII), wasiat itu bahkan sebelum MII dibangun (baru sekedar rencana). Akhirnya aku mengalah saja, sudahlah aku tak mau lagi menyalahi wasiat orang tua, insyaallah ini yang terbaik buatku.
Aku setuju akan melanjutkan ke pesantren lagi, kali ini aku menyebrang dari timur ke barat (bukan eropa), meskipun aku harus rela tahunku di potong karena aku mengulang dari kelas satu lagi, tapi dari sinilah kisah-kisah yang tak terlupakan itu di mulai.
Bersambung….!!
Lanjut...???

tak ada yg lebih menyebalkan
dripada melangkah diantara tumpukan sampah
bau busuknya menusuknusuk
belatung menggeliat menjijikkan
percuma ku mengoceh
sampahsampah itu tuli
percuma ku menutup hidung
belatungbelatung tak peduli
mata kaki memang tak melihat
biarkanlah ia melangkah
mata hati kan menuntunnya
mencari cela tuk menapak
biarlah mata ini sedikit berair
karena nafas tertahan di dada
pda saatnya kan terhempas jua
bebas terlepas jeratan
kawan..
ini bukan cerita "negri compangcamping"
bukan pula tentang "berhala yg kau sembahsembah"
bukan pula tentang "cinta yg kau sempitkan"
inilah hidup yg katanya "indah"
hidup tak seindah puisi
karena ia butuh pengorbanan
diksi lamatlamat menghanyutkan
karena ia dpilih dengan kematangan
katakata singkat berlebihan
keindahannya tak mudah dimengerti
padat, apanya yg dinikmati??
tpi ia menggelegar dan menggetarkan
puisiku terlalu sederhana kawan
tak mampu mengubah sampah mnjadi pernakpernik
tak bisa mengubah belatung menjadi kupukupu
tpi, biarlah ia bernyanyi mendendangkan indahnya sendiri
shioukahn 02-12-10
Lanjut...???

pagi tadi
adzan subuh pun blm berkumandang
dri kmr sbelah Dhani Ahmad bilang
coba lihat langit pagi ini
subhanallah bgitu indah..!!
sedikit berkabut
tpi langit terliht sangat cerah ceria
di selasela reranting dan bangunan kokoh
senyum sabit sangat menawan
bintang-bintang pun sangat setia
menemaninya berpijar pagi ini
sayang...tak ada kamera
kuabadikan di hati saja
shioukahn 02-12-10

munculnya tibatiba
lembutnya menyapa
sehalus sutera
sungguh menggoda
tanpa berjabat
saling berbalas
hatiku mengucap
hatimu menjawab
oh...kekasih virtualku
tiada yg seindahmu
anggun menyentuhku
meluluhkan kabekuanku
melucuti keangkuhanku
wahai...kekasih virtualku
dalam gelap
tak seorangpun melihat
aku berdoa
smoga ada jalan ke sana
kan ku tuliskan kisah kita diatas bintang cinta
mengorbit diantara galaxy dan penghuni-penghuni langit asmara
menyapa bulan yg tersipu malu
indah kita tlah mengalahkan pijarnya
shioukahn
REPLY....
hmh.. ^_^
siapa sangka
kasih kan datang
disela kebetulan
yang teramat luar biasa..
Tanpa berjabat
saling berbalas
hatimu mengucap,
hatikupun menjawab..
Habiby..
Terimakasih buatmu
untuk asa yang kau cipta untukku,
hadirkupun inginkan menjadi kekayaan yang sempurna bagimu
takkan lelahku juga meminta,
agar dicukupkan permohonan ini
dengan ridhoNya. :D
sang bulan bukan hanya tersipu malu
tp sdikit cmburu
Ara
Lanjut...???

Diantara keistimewaan al-quran adalah susunan bahasanya yang indah dan memiliki makna yang luas, sehingga siapapun yg berusha untuk merenunginya akan mendapatkan pelajran yg sangat berharga dan kesan2 yg sangat luarbiasa, hal ini tentu saja di luar Tafsir yang membuthkan disiplin ilmu yang banyak, optimal dan tidak mudah. sedangkan tadabbur atau merenungi ayat lebih mudah, bisa berarti sebuah Usaha memahami ayat-ayat Al-Qur'an yang sedang dibaca atau didengar dengan disertai kekhusyukan hati dan anggota badan serta dibuktikan dengan mengamalkannya.
mari kita coba mentadabburi salah satu surah dalam al-quran, surah as-shaf yg berarti barisan berjumlah 14 ayat. meskipun relatif pendek namun maknanya sangat luas dan mencakup banyak hal. secara umum surah ini menyinggung soal dakwah, diantaranya adalah "al-qudwah qobla ad-da'wah" yg terkandung pada ayat kedua "Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?", bgitu juga ayat ketiga.
setelah itu surah ini juga berbicara tentang pentingnya Shaf (barisan) dalam berjuang (berdakwah), sehingga digambarkan bahwa umat islam yang berjuang di jalan Allah dan berbaris (ber-shaf) rapi seperti sebuah struktur bangunan yg kokoh (kalbunyaaanum marshus). ini mengapa kita umat islam dituntut untuk bersatu dan tidak berpecah belah, beramal jama'i akan memudahkan para da'i mengemban tugasnya.
kita beralih mentadabburi ayat 6-9....! setidaknya ada beberpa hal penting dari 4 ayat ini.
pertama, bahwasanya bani israil telah mengetahui kebenaran akan kenabian Isa as. dengan bukti2 yang otentik.
Nabi Isa as. bersabda: "bahwasanya aku adalah utusan, yg diutus Allah swt untuk menyeru kalian (bani israil) kepada kebaikan dan melarang kalian dari keburukan, dengan membawa bukti2 yg menunjukkan kejujuran dan kebenaran apa yg aku bawa."
bukti2 itu berupa:
1. Nabi Isa as. membawa risalah sebagaimana Nabi Musa as. membawa taurat, dan membenarkannya meskipun beliau jg diutus dg syariat2 baru.
2. bahwasanya Nabi Isa as. telah diwahyukan Allah swt. akan datang setelahnya seorang Rosul yg bernama Ahmad...dialah Muhammad bin abdullah bin abdul mutholib saw.
maka dari itu...dua hal tersebut cukup sebgai bukti yg kuat dan jelas bahwasanya Isa as. adalah seorang Nabi yg dibenarkan oleh Nabi sebelumnya dan mengakui (memberitakan) Nabi yg akan datang setelahnya dg petunjuk2 yg jelas dan kuat bahwa Nabi itu adalah Muhammad saw.
akan tetapi orang2 yg menolak kebenaran, mendustakannya dengan mengatakan bahwa ini adalah "SIHIR" dan menganggapnya sbgai satu hal yg aneh dan mustahil. bagaimana mungkin seorang Nabi yg telah mereka akui risalahnya dituduh membuat-buat sihir? ini adalah fitnah orang2 yg berusaha mendustakan risalahnya dan berusaha menjauhkan ummat darinya.
hal kedua adalah tentang seorang pendusta agama yang menyeru kepada Allah dg kebohongannya, mereka berbicara kebenaran padahal sesungguhnya mereka berusaha menentang dan melawan kebenaran itu sendiri, bahkan dalam surah ash-shaf ini mereka digambarkan sebagai orang2 yang sangat ingin memadamkan "cahaya Allah". oleh karena kelakuan mereka itu Allah membiarkan mereka tetap berada dalam kegelapan dan kebatilan, para pendusta itu akan trus menerus menyerukan kedustaan dengan mulut dan tangan mereka. sedangkan untuk para Rasul dan Da'i Allah menghibur mereka dengan "wallahu mutimmu nuurihi wa lau karihal kaafirun" Allah akan menyempurnakan cahayanya walaupun orang2 kafir tidak menyukainya.
hal ketiga adalah bahwasanya menyebarkan Islam dan dakwah kpda Allah dengan "alhuda wa diin alhaq", yaitu dengan Ilmu yg bermanfaat dan amal baik.
dengan ilmu tersebut, akan membawa dan mengenalkan kita kpd Allah swt. dan mengetahui kebenaran-Nya. kemudian ilmu itu juga yg akan mengajarkan kita untuk berbuat baik, menghiasi diri dg akhlak mulia dan menuntun kita kepda semua kebaikan dunia dan akhirat.
beberapa pelajaran yg dpt kita ambil dari sekelumit renungan surah ash-shaf ini:
1. kesombongan dan kecongkakan akan membuat kita sulit menerima kebenaran, apalagi kesombongan itu berakar dari rasa fanatisme golongan yang berlebihan. seperti yg tlah dilakukan bani israil terhadap Nabi Isa as.serta penolakan mereka terhadap Nabi MUhammad saw. krn bukan dri golongan mereka, padahal sebenarnya mereka mengetahui kebenaran yg dibawa keduanya.!
mari kita contohkan dg realita kecil yg terjadi di sekitar kita. ketika seseorang terlalu membanggakan golongannya sendiri, maka ia akan terjatuh kpd ta'asshub (fanatik berlebihan), serta penilaian terhadap "golongan" lain yg tidak fair, misalnya: ia tidak mau membca buku karya Ulama yg bukan dari "golongannya" sedikitpun!!. apapun alasannya ini tidak bisa dibenarkan, sebagai manusia biasa Ulama ini sudah pasti pernah melakukan kesalahan, tapi sebagai ulama tentu saja beliau berbicara dg ilmu dan sedikit banyak pasti ada sesuatu yg benar ato dekat dg kebenaran, yg boleh kita serap. mungkin, dibandingkan ulama terdahulu, ulama kontemporer tidak dpt menyamai mereka, akan tetapi pada beberapa hal, ulama kontemporer pasti punya kelebihan yg tdk dimiliki para pendahulu mereka (Rahimahumullah).
2. merupakan sebuah keniscayaan, ketika seseorang yang berusaha menutupi bahkan memutarbalikkan kebenaran, ia akan selalu membelakangi kebenaran tersebut (Apatis), menolak petunjuk-petunjuk yang mengarahkan kepda kebenaran bahkan mungkin ia berani menyalahi nuraninya sendiri demi gengsi yang sangat tinggi. tentang hal ini Allah menutup segala pintu hidayah baginya, dan membiarkannya tetap konsisten dengan kesesatannya.
dalam friman-Nya: ".....Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim". QS. ash-Shaff:7
"Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaithan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat." QS. al-A’raf: 175
3. peringatan bagi pengemban dakwah yg mulia ini, bahwasanya meskipun Allah berjanji akan menyempurnakan "Nur"nya, bukan berarti jalan dakwah ini akan mudah dan mulus, akan tetapi benturan akan semakin keras dan jalanya akan semakin sulit. bukankah Allah swt. berfirman dalam lanjutan ayatnya "...wa lau karihal kaafirun"??
kalimat ini bisa jadi bermakna ganda: pertama, teruslah berdakwah dan jangan pedulikan sikap2, ejekan dan caci maki orang2 kafir terhadap dirimu, sampai akhirnya Islam benar2 tegak di atas muka bumi.
kedua. atas pertolongan Allah Islam benar2 berjaya ditangan satu generasi, akan tetapi orang2 kafir tidak akan tinggal diam atas kejayaan tersebut. maka mereka berusaha memerangi umat Islam dg cara apapun, secara fisik maupun non fisik (pemikiran dan ideology).
maka, di sini seorang pembawa risalah dakwah dituntut untuk selalu bersabar dalam kondisi apapun, seperti yg dicontohkan Allah dalam kisah2 para rasulnya.
4. perumpamaan bagi orang yg berusaha mematikan "cahaya Ilahi" bagaikan orang yang ingin meniup api matahari, maka ia tidak akan mampu barang sedikitpun dan ia seperti orang gila yang kehilangan akal sehatnya.
5. pemahaman yg benar akan makna (diin al-haq), yaitu: sebuah agama yg diyakini seseorang dan selalu berjalan diatasnya (memegang teguh prinsip), beribadah kepada Tuhannya yang maha benar, tidak lalai dan malas dalam beribadah, bahkan perintah2 Tuhannya adalah makanan yg nikmat dan ketenangan lahir batinnya. sedangkan meninggalkan larangan-Nya adalah keselamatan dari segala kuburukan. dan sesungguhnya Nabi Muhammad saw. diutus dg petunjuk (Ilmu) dan Agama Haq (akhlak dan amal sholeh), adalah salah satu bukti kebenaran risalah yg beliau bawa. bukti yang kekal dan tak termakan umur...maka semakin orang yang berakal sehat berfikir, semakin bahagialah dia dg banyaknya wawasan yg dimiliki.
kurang lebih beginilah sekelumit renungan dari surah as-shaf ayat 6-9. masih banyak lagi rahasia-rahasia Allah dalam al-quran yg masih blm terungkap. bahkan dalam setiap ayat yang kita baca sehari-hari, terdapat banyak peringatan, hikmah bahkan penghibur hati bagi kita yg membacanya sekaligus merenungi makna2nya. semoga kita smua termasuk golongan orang yang konsisten dengan al-quran dan sunnah rasulllah saw. amin.....wallahu a'lam bi as-shawab.
Lanjut...???

Terinspirasi seorang bapak tua yg kutemui tdi pagi, udara dingin tak membuatnya menyerah untuk melangkahkan kakinya yg sudah rapuh demi menggapai redha Tuhannya...padahal, secara fisik mungkin beliau akan merasa lebih baik melanjutkan tidurnya diatas kasur empuk dan selimut tebal bersama istri tercintanya, tetapi bapak tua itu lebih memilih ketenangan jiwanya memenuhi seruan sholat subuh dan bersujud kpd Tuhannya...Allahu akbar..!
ketawadu'annya menyapa pagi dan orang2 yg ia temui di jalan membuatku iri, bagaimana tidak...ia keluar dari apartemen pribadi yg di halamannya "nongkrong" sbuah mobil BMW. bukan...bukan BMW itu yg membuatku iri, tapi kerendahan hatinya menebarkan senyuman yg memancarkan keikhlasannya, ia juga mengucapkan salam dan selamat pagi untukku, padahal seharusnya aku yg memulainya krn aq lbh muda.
seolah-olah ia telah mengenalku, bapak tua itu menyalamiku dan mengucap "Taqabbalallah" (alhamdllh aq mndapatkan doa pertamaku hari ini). lalu aq berfikir, jika seorang laki-laki tua sprtinya aj mampu melangkahkan kaki rapuhnya dan melawan udara dingin ke masjid untuk menunaikan sholat subuh, lalu kemana yg muda2, bukankah kita yg msih kuat ini seharusnya lbih mampu??
ah biasa...krn udah tua makanya ia rajin ke masjid, udah bau tanah, udah dkt ma ajal...!! wah ini pernyataan ngawur namanya, sepenunya kita harus sadari bahwa ajal tidak mengenal umur, tidak mengenal tempat, tdk mengenal waktu..bagaimanapun caranya kematian akan tetap menjemput kita.
"Di manapun kamu berada, maut akan mendapatkan kamu (bila sampai ajal), sekalipun kamu berada dalam benteng-benteng yang tinggi dan kokoh...(An-Nisa)
"dan setiap umat itu memiliki ajal, dan jika telah tiba ajalnya maka mereka tidak akan mampu mengundurnya sedikitpun dan tidak pula memajukannya (Al-A'raf)
_________
Aq teringat dg istilah "masjid Al-Ikhlas" yg bagiku hanyalah sebuah kekonyolan dan alasan untuk menutupi kemalasan...memang ikhlas itu sangat samar, seperti semut hitam di atas batu hitam di malam yg gelap gulita, hanya Allah yg tau...tpi bagiku ikhlas sangat bisa diupayakan, sbuah "keterpaksaan" jika dilakukan untuk sesuatu yg baik dan diniatkan demi mendapatkan redha Allah swt. maka akan menjdi sbuah ke"IKHLAS"an.
aq memang bukan termasuk org yg rajin ke masjid, tpi jika ditanya "knpa ga sholat berjama'ah di masjid??" maka aq lebih suka menjawab dg "lgi malas" ato diam, daripada hrus bersembunyi di balik "masjid Al-ikhlas"....
_________
tentang ilmu yg baik
hanya dibutuhkan kepekaan dan kelembutan
agar ia tak menjadi belati
memotong urat nadi sendiri
kerendahan hati akan membuatnya lbih indah
lebih terang dripada lampu
biarlah ia sedikit
tpi bermanfaat untuk diri
membelai hati dan jiwa
mengobati luka menganga
daripada banyak
tapi sebatas pengetahuan belaka
terlihat hanya di forum diskusi
menantang mengangkangkan ideology
tpi tak terpancar di wajah dan perilaku
smua org berhak meyakini kebenaran
tapi kita punya cara sendiri
tak perlu saling mencaci
apalagi saling melukai
tak cukup hanya meyakini
harus ada realisasi
berkata jika sudah pantas
lalu kerjakan dg pas
dan berdoalah dg hati
smoga teguh di jaln ini
amin
___________
aq bisa merasakan betapa hebatnya suasana subuh ini, renungan dahsyat, doa dan senyum ikhlas, ketulusan yg tergambar dari lengangnya pagi buta dan rizki yg amat tak terduga....subhanallah subhanallah..
shioukahn...17-11-10
Lanjut...???
Bintang yg kurindu
ku bertanya pada malam yg sedari tadi diam
di mana bintang-bintang yg biasa berbaris menghias langitmu?
malam ini dia tlah berjanji menemaniku
menghias malam dan berpijar diantara bintang-bintang
malam hanya tersenyum
katanya, ia juga kesepian
ia tidak menyembunyikan bintang
hanya saja langit msih enggan menyibak tabirnya
malam....andai kau tau
kehadiran bintang sangat berarti bagiku
seindah nyanyian di malam hari
senikmat cokelat di pagi hari
semanis vanila di siang hari
langit....ku mohon
biarkan bintang tampakkan indahnya
tersenyum dan tersipu karna tingkahku
akan ku lapangkan dadaku
dan biarkan ia hempaskan rindunya
bintang....aku hanya ingin kamu di sini
okahn
_________________________________________
Bintang yg merindu
Sapaan sang malam
membuyarkan seberkas angan
yang melanglang dalam maya..
Di iring selintas senyum yang tergambar dibibirnya, ia berkata,
Bintang... Tidakkah kau telah berjanji untuk menemani dan menghiasi malamnya?
Sejenak ku terdiam,
sembari tersenyum menyambut hangat sapaan malam
kurasakan nafasmu,
kurasakan getar jantungmu
yang merinduku yang tak mampu menyibak tabir langit yang masih enggan memberikanku izin menampakkan keindahan.
Malaaam.. (tatap tulus penuh rindu)
sampaikan padanya,
jemputlah aku bilaku cuma satu yang diharapkan,
jauh disini aku menunggunya,
ambil aku dan miliki aku,
relaku makin bersinar karenanya,
tanpa berbelah menjadi bintang-bintang lain.. :P
Ara
Lanjut...???
purnama mengerut semakin tak sempurna dimamah waktu bait pendosa berarak beriringan melintas malam berlari, mengejar detik dalam rintihan hanya sekejap mata terlelap sabit tlah menyempurnakan separuh perjalanan purnamanya telikungan waktu sekonyong-konyong memeranjatkn kesunyian jiwa ramadhan oh ramadhan.. smoga menjadi kisah yg sempurna. shioukahn

fuihh...panasnya kairo mencapai 45 derajat C...(vitamin C dosis sangat tinggi) !! gila ga ada tempat dingin kcuali freezer...air kran aja kayak kluar dari water heater...!!
tapi di tengah keringat yg tak kunjung henti krna kepanasan, aq sedang menikmati sebuah memory masa kecilku, kadang2 aq tersenyum mengingatnya kadang juga sedih dan kadang juga aq merasa bahwa masa2 kecilku itulah yg telah mendidikku secara alami.
jika boleh ku ceritakan masa2 kecilku, maka aq akan memulainya dari.....eh.....seperti ini aja.
_____________________________________
saat ku menginjak kelas 4 SD (my first drawing "Nomor Dada")
ujian praktek olahraga adalah sesuatu yg sangat menakutkan bgiku (saat itu), mungkin krna aq mmang tak punya bakat, tpi ntah kenapa aq selalu dimasukkan dlm 5 orang yg memimpin senam setiap hri rabu.
bukan itu titik tekan permasalahannya...(kmbali ke ujian praktek), setiap anak pasti diwajibkan memakai nomor dada. ada kebanggaan tersendiri ketika memakai nomor dada yang (model dan bentuknya) bagus. hemm..dlu (sblm kelas 4) aq selalu minta dibuatkan sama kakak kelas, lalu aq menyimpannya selama setahun. tpi tahun ini dengan PD-nya aq buat nomor dada (asli) dg tanganku sendiri.
aq mulai menggunting karton bekas bungkus obat nyamuk, sangat mudah utk menjadikannya bentuk segi4 krn emang bentuknya spt itu, hanya ku kecilkan sdikit dan setiap ujungnya sengaja ku buat sdikit melingkar. aq ingin mmbuat nomor dada dg model yg belum pernah tmn2 sekelasku memakainya, akhirnya (terinspirasi dri bentuk Rambu2 lalulintas) aq mmbuatnya tdk spt biasa. di sekolah....aq ditertwakan tmn2ku, kta mereka nomor dadaku miring (mungkin krn sprti plang kuning di pinggir jalan itu), aq smakin ga PD krn guru olahragaku jg bilang: nomormu ga jelas...!!! saat itu aq mo nangis krn malu n merasa usahaku seharian bikin nomor dada tu sia2.
________________________________________
kelas 5 ("DIANPINRU" Gladian Pemimpin Regu)
ini adlah ceritaku di dunia PRAMUKA, aq sangat menyukai Pramuka krna aq merasa keren jika berseragam pramuka lengkap dg baret, atribut yg lain dan tongkat bambu warna merah putih. tahun lalu aq gagal mengikuti PERSAMI se-kecamatan, tpi tahun ini adlah kesempatanku menguji ketahananku di luar rumah n jauh dri ibu (maklum anak Mami). tpi peranku di sini cuma figuran, pada even2 penting aq ga diikutkan, yaah..cuma nyuci beras, bersih2 tenda n cuma skali mendampingi kakak kelas dlm lomba sandi morse, penjelajahn pun aq cuma dpt ceritanya.
bbrapa bln stlh PERSAMI yg sangat tak mengesankan itu....tiba2 aq di panggil ke kantor guru bsama dua orng adik kelas putra (kbetulan salah satunya adlah spupuku) dan 2 orang putri dari adik kelas. aq spt tak percaya melihat "karir" pramuka ku yg cuma sbgai penjaga tenda, aq dipilih untuk mewakili sekolahku dlm even "gladian pemimpin regu" bsama 4 orang adik kelas tdi.
krn ini even antar sekolah se Kabupaten, mulai dri SD, SMP sampe SMA....kita di suruh mengganti atribut di seragam Pramuka dg yg baru, smua biaya di tanggung (termasuk uang saku). dg semangat aq mencabut smua atribut di seragamku...lalu aq mnjahit yg baru dengan tanganku sendri, ibuku yg cantik hanya melihat saja (ntah ap yg ad di pikirannya)...
kita berkumpul di sekolah krn kita akan dijemput....tpi, lagi2 aq dtertawakan..ternyata...ddduuueerrrrr...aq memasang salah satu atribut dg terbalik...siaaaaaalll. aq berlari pulang dg segenap kegelisahan (takut ketinggalan jemputan). sampe di rumah aq menangis pada ibu, ibuku tak panik ia malah tersenyum n dg lembut ia bilang "anakku kmu ga bakaln ditinggal, kmu akn dijemput ke sini.....sini buka bajumu", lalu ia mmperbaiki atribut yg terbalik itu.
ternyata aq ga terlambat...malahn penjemputnya yg terlambat.
di TKP....masyaallh kita yg satu sekolah dipencar di beberapa tenda...bercampur baur dg anak sebaya dri sekolah lain, yg menurutku merka luar biasa (luar biasa PD), aq juga luar biasa (MINDER) n lbh mirip kambing congek diantara meraka. bnyak hal2 baru yg ku dapat dri "DIANPINRU" itu yg sblmnya tak pernah ku tau.
balik ke skolah....pembina Pramuka kami membentuk 5 regu baru untuk kami alumni DIANPINRU....mungkin krn diantara siswa2 seumuranku aq yg paling berat timbangan badannya (hahaha), aq kebagian memimpin REGU GAJAH, anggotanya jg agak mengecewakan...tak ad anak2 yg dianggap "istimewa". 1org kakak kelas buangan regu ELANG, 3 orang sekelasku (mreka yg pling jarang hadir latihan mingguan), 3 org lagi dri adik kelas yg agak "Coward".
singkat cerita...sekolahku mengadakan lomba "internal" penjelajahan....yg secara mengejutkan REGU GAJAH yg isinya anak2 buangan...adalah juaranya. kok bisa?? padahal kmi melakukan banyak kesalahan..!! tpi ternyata kesalahan2 itulah yg mmbuat kami istimewa.
kesalahn 1: kmi memutar balikkan kata2 yg terkandung dlm sandi morse mnjadi sebuah perintah. ini tdk dlakukan regu lain, mungkn itu yg mmbuat mreka tertahan agk lma di pos 1, sedngkn kami yg start no.10 lgsung tancap ke next pos.
kesalahn ke 2: kta kk kelas klo kita di urutan pertama mka hapus jejak ato hilangkan tanda2 panah penunjuk arah, biar yg lain tersesat...tpi kami tak melakukannya.
kesalahn ke 3: ad perintah "menyamar" krn d dpan ad musuh. scara spontan aq (yg ga punya pengalaman dlm hal ini) memerintahkn anak buahku untuk mmbuka smua atribut pramuka termasuk sepatu, n dimasukkan dlm tas (inilah yg ad di benakku saat itu: menyamar dan menyatu dg lingkungan sekitar spt yg dilakukan "Mission Impossible"). ternyata menyamar dlm pramuka bkn spt itu. tpi menyatu dg alam (menjadi pohon, tanah dll). hahahaha untung jurinya menilai kami KREATIF. hahaha!
aq menyebut itu kesalahan, karena kami melakukannya tidak seperti yg dilakukan kebanyakan orang. hahahah.
__________________________________________
tugas "Kliping Pakaian Adat"
aq hidup di lingkungan (kampung) yg "tak" cinta sekolah, rata2 penduduk kampung ini cuma lu2san SD, beberapa lu2san SMP tpi umur mereka jauh di atasku. Sarjana?? dah pada tua, itupun bsa dihitung dg jari.
untunglah aq dibesarkan di rumah yg cinta "sekolah"...hanya saja, di rumah ini aq cuma berdua dg Ibuku tercinta. seorang kakak-ku sdh berumah tangga, tentu saja tinggal bsama suaminya, sorang lagi di pesantren dan cuma liburan 2 kali dlm setahun.
ketika ada tugas membuat "KLIPING" pakaian2 adat indonesia, otomatis aq bingung. bukan cara mencari gambar2 pakaian adat yg bikin aq pusing (tinggal cari bungkus korek api doank!!), tapi aq ga ngerti apa itu "KLIPING"?? perasaan guru2ku ga pernah mengajari apa itu kliping, kok tau2 ngasih tugas kliping...apa itu??
praktis aq hanya bisa bertanya sama kakak kelasku, jawabannya begini "ntar tempel aja di karton trus ksih nama klompoknya...udah kumpulin"....aq bisa menangkap maksudnya, tpi ntah itu benar ato ga..!! maklumlah proses kreatifitasku tidak pernah bersentuhan dg istilah2 kayak gitu...aq hanya suka membaca majalah BOBO dan majalah (pegawai negeri) KUNCUP. jdi memang tak pernah kenal sama yg namanya KLIPING.
dlm kelompok KLIPING ini, aq ditempatkan bsama anak2 kampung yg sehari-harinya selain sekolah (formalitas) mereka mengurusi sapi ato kambing, terutama ngasih makan (mencari rumput ato dlm bhs kerennya "NGAREK REBBHA"). mana mungkin mreka sempat memikirkan KLIPING?
tpi tak apa, aq hanya meminta mereka mengumpulakn bekas korek api yg bergambar pakian adat. kami hanya berhasil mengumpulkan 5 macam gambar pakaian adat, lalu aq tempelkan di sebuah kertas persegi panjang yg ku ambil dri buku gambar.
tibalah saat yg menyedihkan itu....ternyata hasil KLIPING kelompok2 yg lain sangat "WAAAAAAWWW"....mereka menggunakan kertas karton ukuran besar dan menata gambar yg mereka kumpulkan sedemikian rupa, masing2 gambar diberi nama di bawahnya "Pakaian Adat Daerah...." kelihatan indah dan seriuss.
klompokku? dg PD aq mengumpulkannya....ternyata..smua orang di kelas tertawa, melihat yg aq kumpulkan, cuma selembar kertas gambar yg ditempelin gambar baju2 adat dg berbaris rapi dan simetris, tak ada tambahan kata2 kcuali "KELOMPOK 3".
guruku menolaknya...katnya aq harus mmperbaiki KLIPING itu dan mmbuatnya spt yg lain...tpi aq jg menolaknya. aq beranggapan yg ku kumpulkan sudah memenuhi kriteria KLIPING....guruku mengancam dg nilai 6 (cape' deeh). rasanya aq pengen pulang ke rumah dan menangis sejadi-jadinya...."ini tak adil" haaaaaaa
_________________________________________
skarang, aq sadar...dri kejadian2 (tak ku critakan smua) menyedihkan di atas, Allah telah mendidikku secara alami....
dg bakat menggambar yg seadanya (di bawah rata2) itu, tahun 2002 aq memenangkan sayembara membuat LOGO.....(klo ada yg pernah ke Universitas Muhamadiyah Malang), perkenalkan...... pencipta logo TEGAK PMR UMM adalah AKU. (ntah skrag msih dipake ato dah dibuang) hahaha (bkn sombong sih cuma ngasih tau heheheh)
aq bisa memimpin meskipun tak memenuhi kriteria pemimpin, krn diajari dan dilatih untuk memimpin dan bekerja sebagai sebuah kelompok, bukan karena suaraku keras dan lantang, bukan jg dari hasil meniru kakak apalagi tetangga...
aq percaya, hasil KLIPING yg ku kumpulkan dulu itu adalah dri kreatifitas seorang anak kecil yg sedang belajar dan berproses KREATIF. belum tentu hasil bagus yg dikumpulkan kelompok2 lain itu adalah kreatifitas mereka sendiri, bisa jadi kakak mereka ato tetangga mereka yg membuatkannya.
________________________________________
ah...rasanya klo ku ceritakan smua kejadian2 masa kecil yg tak pernah ku lupa, akan sangat panjang bahkan mungkin bisa dibikin NOVEL..hahahaha.
kairo (yg membara)
22 juni 2010.
mengenang masa kecil.....
Lanjut...???

aku pernah menulis tentang "tatapan sinis", kejadian nyata yang ku rangkum dlm sebuah note sederhana, tak banyak yg ku maksudkan dri note itu kecuali hanya ingin menghibur sahabatku yg "tlah berhasil" dibuat minder oleh "tatapan sinis" itu. bahwa orang penting itu tak harus di depan dan tak harus dilihat orang. sejak saat itu aku selalu ingin membuktikan, siapa sih sebenarnya yang lebih penting...orang2 yang bermain-main dg konsep, teory, struktur, dan prosedur ato orang2 yg berpikir taktis dan bergerak cepat???
hal ini jugalah yg mendorongku menulis sebuah "surat" untuk sang mpunya "tatapan sinis".
Surat untuk para aktifis
kepada:
para aktifis di manapun anda berada.
maaf saya tidak mencantumkan (yg terhormat) di awal surat, tidak bermaksud apa2 juga bukan krn saya sombong, tapi saya hanya ingin mengingatkan anda bahwa kita semua adalah sama, tidak ada yg lebih terhormat, tidak dg saya, tidak pula dg anda, dan sejak lama agama kita mengajarkan bahwa "inna akromakum 'indaLLahi atqaakum". saya mengingatkan anda juga bukan berarti saya telah mencapai kesempurnaan seperti Nabi, tapi kita telah sama-sama tahu bahwa kita adalah pengikut Nabi yg sama. maka izinkanlah saya menyebut anda dg "saudara2ku yg di rahmati Allah".
saudara2ku yg di rahmati Allah.
saya ingin bertanya kepada anda, apa yg anda cari di dalam rapat dan kegiatan2 lain yg anda lakukan? yg jelas bukan uang, klo mau cari uang jgn menjadi aktifis tpi jadilah seorang "pekerja". saya yakin sebagian dri anda sedang membicarakan "solusi" setiap permasalahan, tpi sebagian yg lain saya kira hanya mencari "POPULARITAS".
seorang senior saya pernah berkata "jarang dari teman2 kita yg rela "berlama-lama" duduk dalam rapat itu menjadi orang sukses, tapi teman2 yg biasanya tak banyak omong dan bergerak di belakang layar, kebanyakan dri mereka sukses hampir di segala aspek yg mereka tekuni, itu mungkin krn mereka lebih taktis dan cepat menangkap peluang.
saudara2ku yg di rahmati Allah.
apakah anda tahu yang saya maksudkan dengan "tatapan sinis" itu? maaf...saya tidak sedang menerka dan me-reka-reka!!! tpi inilah yg terjadi antara "anda" dan "saya"...salah satu diantara kita telah menganggap yang lain "tak penting", lalu anda berpaling dari saya.!! pernahkah anda membahas tentang siapa yg akan membuang sampah yg menumpuk di pojok kantor dalam rapat2 anda?? kalau iya, syukurlah berarti indera penciuman anda masih tajam. tapi klau tidak...! mungkin krn anda berpikir "tukang sampahlah yg akan membuang sampah itu", ya betul..!! tapi bagaimana jika tukang sampah itu ga ad, bahkan mgkin tak pernah ad?? anda bisa menjawabnya sendiri.
mari saya ajak anda melihat kondisi rumah tempat tinggal anda...!! bgaimana keadaan kamar tidur anda? kamar mandi? dapur? balkon? ruang tamu? dll. di kamar anda mungkin ada kaos kaki berserakan, buku2 tak beraturan, baju kotor menumpuk di gantungan. di kamar mandi closet menguning, lantai licin dan sabun sudah tipis. di dapur kecoak berkeliaran, piring2 numpuk di washtafel (merasa punya pembantu?), di balkon debu setebal 1cm tak terurus. di ruang tamu ada bekas tumpahan teh dan makanan sejak seminggu yg lalu, dan lain sebagainya dan lain sebagainya, lalu mari kita dengarkan irama "GERUTU"an kawan2 serumah anda, apakah telinga anda cukup peka mendengarkannya?.
lalu bagaimana mungkin anda masih bisa berbicara solusi? bukankah untuk membereskan itu smua tak butuh keahlian "ngomong"!!! juga sama sekali tak membutuhkan kemampuan anda menyusun garis2 table, merapikan worksheet, akurasi statistik dan posisi anda pada struktur di dinding??.
saudara2ku yg di rahmati Allah
dan yang terakhir dari saya, jika anda memilih "ini" adalah cara anda menikmati hidup, maka jgn mengeluh jika kesibukan memasung kebebasan anda. ada yang bilang bahwa aktifis sejati adalah yang terlihat santai di tengah kesibukannya yg menumpuk. jgn lupa hargailah hasil kerja orang lain sekecil apapun itu dan kelak apabila anda telah berhenti menjadi aktifis, maka jangan tersinggung jika orang2 setelah anda mencapai sesuatu yg lebih baik dari anda, karena (semoga yg selanjutnya lebih baik dari sekarang) adalah harapan dan kata2 terakhir sblm anda mundur. betul?!
saya mohon maaf jika ad yg tidak berkenan, jika benar.. anggap saja ini "sentilan" untuk kebaikan kita semua, tapi jika salah...anggap saja ini hanya sebuah ocehan burung di pagi hari yg hanya bisa didengar tak bisa di mengerti, maklum saya bukan org hebat apalagi yg terhebat, jg bukan seorang "penulis" apalagi "pemikir" maka sekali lagi maafkan saya jika tulisan saya terasa ngawur dan acak-acakan.
wallahu a'lam.
trimakasih telah membaca dan menanggapi.
shioukahn
Cairo, 01 june 2010.
islamic misson city "Permai"
Lanjut...???

Bapak Muhammad Fauzil Adzim pernah berkata:
berbicara itu mudah, begitu kata mutiara yang saya pelajari waktu SD. karena mudah, keterampilan berbicara tidak diajarkan secara khusus.begitupun adab2 berbicara, nyaris tak dikenalkan. buat apa dipelajari terlalu serius kalau berbicara itu mudah?
yang sulit adalah berbuat. begitu sulitnya, sehingga murid2 tidak diajari berbuat untuk mewujudkan sesuatu yang besar. jangankan yang besar, yang agak besar aja tidak diajarkan. alhasil anak2 tidak terbiasa berbicara yang baik apalagi yang benar, dan tidak mampu menuangkan gagasan dengan kata2 yang teratur, sedangkan berbuat pun tidak. anak-anak itu tumbuh menjadi pemimpi bukan pemimpin.
_________________________________________________
membaca pernyataan seperti ini, pikiranku langsung tertuju pada berbagai problem yang terjadi di sekitar... persahabatan, rumah tangga, bahkan hubungan cinta sepasang kekasih. kesalahpahaman biasa selalu diremehkan terutama dalam hubungan persahabatan. padahal bisa jadi ini akan menjadi akar permasalahan yang lebih besar.
aku teringat sebuah cerita, semoga cerita ini ada sangkutpautnya (walaupun sedikit) dg seberapa pentingnya berkata dengan baik, menguraikan dan mengucapkannya dengan benar dan tepat.
_______________________________________________________________
:::tiba2 harry memutuskan untuk tidak pindah ke rumah di scottville dekat michigan lake itu, padahal ia berencana tinggal di sana bersama dua orang temannya Davis dan brian yang juga mahasiswa michigan university, sejak sebulan yg lalu. tapi ia kemudian lebih memilih untuk berbelok haluan ke selatan menuju walkerville yang lumayan jauh dari danau michigan. padahal dari tempat ia beranjak (custer) ke scottville sangat dekat, tapi kenapa ?
ada diskomunikasi antara keduanya....
karena tak sempat bertemu harry, brian menitipkan pesan untuk harry lewat seorang temannya (parker)...isinya simpel "berapa lama kamu ingin tinggal di rumah ini?" terang saja harry langsung geram karena merasa dianggap hanya numpang tinggal sementara padahal harry ingin tinggal di rumah itu ya... setidaknya untuk waktu yang cukup lama. karena emosi dan terlanjur mengikuti amarahnya, harry kemudian rela melakukan perjalanan empat roda berkilo-kilo ke rumah sahabtnya yang lebih jauh.
ada yang disembunyikan dari brian? tidak ada!!...sebenarnya ia hanya igin mengusahakan hal yang terbaik buat dia dan teman2nya, ia juga tak ingin harry kecewa kalau ia langsung menolaknya tinggal bersama dengannya, hanya saja ia sudah terlanjur berjanji pada sepupunya jonathan yang akan datang dari manhattan tiga bulan lagi.
terjadilah "pertengkaran sunyi" antara harry dan brian, tidak ada yang mampu melerai mereka kcuali mereka sendiri yang "tidak hanya diam" dan melepaskan egonya masing-masing, mereka bahkan tak pernah bertanya kenpa begini kenapa begitu, padahal mereka sama2 membutuhkan jawaban demi mengisi ruang kosong di hati mereka...klo sudah dpt jawabannya, memaafkan kesalahan itu mudah bukan?::::
:::sementara di belahan bumi yg lain, tepatnya di small town stelzenberg sebelah selatan kaiserslautern. seorang ibu rumah tangga tersenyum manis menyambut tanaman bunganya merekah indah berwarna-warni. rebecca ingin membagikan kebahagiannya hari ini dengan tetangga dan beberapa temannya.
ia melirik pintu merah milik seorang wanita yang tak begitu akrab dengannya, hanya dengan seikat bunga dari taman kecil di halaman rumahnya dan sedikit senyum manis tersungging di bibirnya, rebecca mengetuk pintu rumah keluarga james pettersons, dari balik pintu nyonya pattersons, rosemary membukakan pintu. rebecca lalu mengulurkan seikat bunga untuknya sambil berkata "guten Morgen und alles Gute zum Geburtstag hübsche Frauen".....
rosemary lalu menangis dan memeluk rebecca....bagaimana mungkin seorang tetangga yang tak begitu kenal dengannya, pagi ini mengetuk pintu rumahnya dengan senyuman dan ucapan selamat ulang tahun "wanita cantik..!!". sedangkan dua hari yang lalu suaminya mengatakan dia seperti pelacur....!!! pagi tadi ia juga terlibat pertengkaran hebat dengan anak perempuannya yang mengatakan...pantas saja ayah meninggalkanmu..! mengurus rambutmu saja kamu tidak bisa!!
hadiah sederhana dari rebecca adalah kekuatan cinta, sedang cinta adalah kekuatan untuk peduli----rebecca tak pernah tahu hari ulang tahun rosemary-----:::::
__________________________________________
"perhatian kecil dan pemberian biasa mungkin takkan berarti apa2, tapi jika diberikan kepada orang yang membutuhkan maka sekecil apapun itu adalah anugerah yang sangat besar baginya."
shioukahn
cairo, 22 mei 2010
Lanjut...???



